
jurnalpolri.my.id- Simalungun- Sumut
SIMALUNGUN – Di balik denyut pembangunan nasional yang terus bergerak maju, terdapat jutaan pekerja Indonesia yang menjadi tulang punggung kemajuan bangsa. Mereka bekerja keras setiap harinya, namun tidak jarang menghadapi berbagai permasalahan yang mengancam hak dan keselamatan mereka. Menyadari hal tersebut, Polri kembali menunjukkan wajah institusi yang berintegritas dan humanis melalui kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri, sebuah pusat layanan terpadu yang dirancang khusus untuk menangani berbagai permasalahan ketenagakerjaan secara cepat, profesional, dan berkeadilan. Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, turut aktif menyosialisasikan program strategis ini kepada seluruh masyarakat pekerja di wilayah Kabupaten Simalungun dan sekitarnya.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Jumat, 8 Mei 2026, sekira pukul 20.53 WIB, menegaskan bahwa kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri merupakan bukti kongkret komitmen institusi Polri dalam melindungi dan mengayomi seluruh pekerja Indonesia tanpa terkecuali.
“Perlindungan terhadap pekerja bukan sekadar kewajiban normatif yang tertulis di atas kertas. Ini adalah komitmen nyata yang harus terus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Polri hadir untuk memastikan bahwa setiap pekerja Indonesia mendapatkan perlindungan dan keadilan yang menjadi haknya,” ujar AKP Verry Purba dengan penuh keyakinan.
Desk Ketenagakerjaan Polri hadir sebagai jawaban atas kompleksitas permasalahan dunia kerja yang semakin berkembang. Mulai dari sengketa hubungan industrial, pelanggaran hak-hak pekerja, hingga kasus-kasus serius yang menyangkut Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kerap menimpa pekerja migran Indonesia di luar negeri, semua ditangani secara terpadu dalam satu atap layanan yang mudah diakses oleh masyarakat.
“Desk Ketenagakerjaan ini adalah wujud nyata bahwa Polri memahami betapa luasnya tantangan yang dihadapi para pekerja kita. Dengan layanan terpadu ini, kami ingin memastikan tidak ada satu pun pekerja yang dibiarkan berjuang sendirian menghadapi permasalahan yang menimpanya,” ucap AKP Verry Purba.
Sejak resmi dibentuk, Desk Ketenagakerjaan Polri telah menorehkan kinerja yang membanggakan dan diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional. Pengakuan bergengsi datang langsung dari ITUC Asia Pacific yang memberikan penghargaan internasional kepada Polri atas kontribusi nyata dalam perlindungan pekerja di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, desk ini juga telah berhasil melaksanakan penyelamatan dan pemulangan pekerja migran Indonesia yang menjadi korban TPPO, sebuah pencapaian yang membuktikan keseriusan Polri dalam menangani kasus-kasus ketenagakerjaan yang paling berat sekalipun.
“Penghargaan dari ITUC Asia Pacific itu bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi pengakuan dunia bahwa Polri sungguh-sungguh berkomitmen melindungi pekerja Indonesia. Namun lebih dari sekadar penghargaan, yang paling berarti bagi kami adalah setiap pekerja yang berhasil kami selamatkan dan kembalikan ke pelukan keluarganya,” ungkap AKP Verry Purba dengan penuh haru.
AKP Verry Purba menekankan bahwa dalam setiap langkah pembangunan bangsa, keadilan bagi para pekerja harus senantiasa menjadi fondasi yang tidak boleh diabaikan. Polri melalui Desk Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus menangani perkara-perkara ketenagakerjaan dengan pendekatan yang humanis, cepat, dan berkeadilan, demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kami mengajak seluruh pekerja di wilayah Simalungun dan sekitarnya untuk tidak ragu melaporkan setiap permasalahan ketenagakerjaan yang dialami. Polri siap hadir, siap mendengar, dan siap bertindak. Bersama Polri, mari kita wujudkan dunia kerja Indonesia yang adil, aman, dan bermartabat bagi semua,” ungkap AKP Verry Purba mengakhiri keterangannya dengan semangat.
Kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri yang disosialisasikan Polres Simalungun ini sekali lagi mempertegas bahwa Polri masa kini adalah institusi yang senantiasa berdiri di garis terdepan perlindungan rakyat, termasuk jutaan pekerja Indonesia yang menjadi pilar utama kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
(F.wijaya)
