
Ciwidey – Jajaran Polsek Ciwidey melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Ciwidey dan Kecamatan Rancabali, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok BBM serta mengantisipasi potensi gangguan distribusi di lapangan pasca kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM non subsidi.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Ciwidey AKP Peeterson Timisela, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan BBM di wilayah hukum Polsek Ciwidey.
“Kami melakukan pengecekan langsung ke SPBU untuk memastikan stok BBM tetap aman serta tidak terjadi kelangkaan maupun hambatan distribusi di tengah masyarakat,” ujar AKP Peeterson Timisela.
Dari hasil pengecekan, terdapat dua SPBU yang menjadi lokasi monitoring, yakni SPBU di wilayah Ciwidey dan SPBU di wilayah Rancabali yang beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift pelayanan.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok BBM, baik subsidi maupun non subsidi, dalam kondisi aman dan mencukupi. Tidak ditemukan adanya kelangkaan ataupun keterlambatan distribusi selama proses monitoring berlangsung.
Adapun berdasarkan kebijakan pemerintah, kenaikan harga BBM non subsidi berlaku sejak 18 April 2026, di antaranya Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp13.100 menjadi Rp19.400, serta Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar, serta Pertamax 92, masih tetap dan tidak mengalami perubahan.
Kapolsek Ciwidey menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar serta situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.
Secara umum, situasi di wilayah Kecamatan Ciwidey dan Kecamatan Rancabali terpantau aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang menonjol, pungkasnya.
