
Karawang, Polemik pernyataan H. Muhamad Toha Sugiarto yang mengatasnamakan Ketua Ormas Masyarakat Asli Madura (MADAS) kembali memantik reaksi keras dari sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Lain hal dengan Ormas/LSM Harimau saat berkumpul di salah satu Camp Perkumpulan LSM Harimau tersebut di dusun Galian Desa Tanjungmekar Kecamatan Pakisjaya untuk menyikapi video pernyataan H. Toha yang dinilai mengandung narasi provokatif dan berpotensi memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
Ketua PAC LSM Harimau Rusak mengungkapkan, polemik ini bermula ketika organisasi LSM dan ORMAS hendak menggelar aksi demonstrasi di salah satu perusahaan kawasan industri pada Rabu (4/11/2026).
Namun, sebelum rombongan massa tiba di lokasi, mereka mendapati sekelompok orang yang mengatasnamakan MADAS telah lebih dulu berada di tempat tersebut. Kelompok itu disebut dipimpin langsung oleh H. Toha.
Demi menghindari potensi bentrokan, massa akhirnya memilih membatalkan pergerakan menuju lokasi setelah mendapat arahan dari pihak kepolisian.
Ruslan menegaskan, mengenai kejadian tersebut kami dari LSM HARIMAU tidak mau ikut serta bukan karena takut menghadapi kelompok tertentu, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap instruksi aparat keamanan.
Kami selalu menghargai pihak kepolisian. Dari setiap kejadian apapun terkait demontrasi tetap menjaga kamtibmas lingkungan.
Dalam kunjungan ke camp LSM Harimau itu sendiri, nampak hadir Kapolsek Pakisjaya Iptu Saefurohman, SH. di dampingi Bhabinkamtibmas Polsek Pakisjaya BRIPKA INU SAPUTRA NUGRAHA dan Bripka Marto SH. kunjungan berjalan aman dan kondusif.
Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahantinto, SH., SIK., MSi.
