POSO – Kepolisian Sektor (Polsek) Pamona Timur bersama unsur TNI, Damkar PT SJA II, terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Pegunungan Tampe Bonggana, Desa Kamba, Kecamatan Pamona Timur. Titik api pertama kali terdeteksi pada Selasa (27/10/2026)di koordinat -1.894197, 120.860734. Menindaklanjuti laporan dari Babin Desa Matialemba, Kapolsek Pamona Timur, IPTU Risman AM, S.H., segera mengerahkan tim yang dipimpin Ka SPKT II Aiptu Jhon Seri bersama lima anggota untuk menuju lokasi kejadian.
Lokasi kebakaran merupakan area bekas tebangan dan pembukaan lahan yang ditumbuhi pakis, ilalang, serta tumpukan dahan kering yang sangat mudah terbakar. Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan mesin semprot air portable dan dahan ranting karena keterbatasan alat berat. Namun, kondisi cuaca yang panas disertai hembusan angin kencang menyebabkan api cepat membesar dan menyebar ke area vegetasi lainnya. Hingga pukul 23.30 WITA, petugas gabungan masih berjuang memadamkan sisa-sisa bara api mengingat medan yang terjal dan sulitnya akses menuju titik pusat kebakaran. Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket), titik api diduga bermula dari aktivitas pembersihan kebun milik warga sebelum merambat ke area lain. Saat ini, belum ada laporan korban jiwa, sementara luas lahan terbakar dan dampak terhadap perkebunan warga masih dalam tahap verifikasi pasca-pemadaman total.
Menyikapi upaya penanganan darurat ini, Kapolsek Pamona Timur, IPTU Risman AM, S.H., menjelaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan alam yang ekstrem.
“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh elemen, mulai dari personel Polsek, TNI, Manggala Agni, hingga warga masyarakat yang bahu-membahu memadamkan api meski dengan alat seadanya. Kendala utama kami adalah tidak adanya sumber air di sekitar lokasi dan medan yang sangat terjal sehingga menyulitkan mobilisasi peralatan berat. Angin kencang juga menjadi faktor penghambat karena membuat api meloncat dan menyebar dengan cepat. Meski demikian, kami berkomitmen untuk tetap berada di lapangan sampai api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman,” ujar IPTU Risman AM.
Lebih lanjut, Kapolsek menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengelola lahan, terutama di musim kemarau seperti saat ini.
“Dari hasil pemeriksaan awal, api bermula dari aktivitas pembersihan kebun warga. Kami ingatkan kembali bahwa membuka lahan dengan cara dibakar sangat berisiko tinggi, apalagi di area yang banyak tumpukan kayu kering dan ilalang. Jika memang harus membersihkan lahan, pastikan ada pengawasan ketat dan persiapan alat pemadam sederhana. Kami juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kamba untuk mendata kerugian materiil warga agar dapat dicarikan solusi terbaik. Mari kita jaga hutan dan lahan kita agar tidak merusak ekosistem dan mengancam kesehatan bersama,” tambahnya.
Kegiatan pemadaman berlanjut dengan monitoring intensif untuk mencegah terjadinya hotspot baru atau nyala ulang di area yang telah dipadamkan.
Yulius Kapita
