Jurnalpolri.com | SIBOLGA – Pelindo Multi Terminal Branch Sibolga meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, serta mendukung program digitalisasi transaksi, dalam pembayaran pas di lingkungan pelabuhan, Minggu (31/5/2026).
Program ini akan diterapkan mulai 1 Juni 2026, pembayaran seluruh pas pelabuhan (pas penumpang, pas jasa dermaga dan pas kendaraan) resmi diberlakukan secara cashless (non tunai).
Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi layanan kepelabuhanan menuju sistem yang lebih modern, cepat, aman, dan transparan. Penerapan transaksi non tunai di berbagai pelabuhan Indonesia juga telah dilakukan sebagai upaya meningkatkan efisiensi layanan dan mendukung ekosistem pembayaran digital nasional.
Melalui sistem pembayaran cashless, pengguna jasa pelabuhan dapat melakukan pembayaran Pas Pelabuhan menggunakan berbagai metode transaksi digital, antara lain: QRIS, Kartu Debit/ATM, Mobile Banking, Dompet Digital (e-Wallet/e-Money) yang bekerja sama dengan sistem pembayaran yang tersedia.
Penerapan sistem ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain mempercepat proses transaksi dan mengurangi antrean di area pelayanan di Pelabuhan. Meningkatkan keamanan transaksi dengan meminimalkan penggunaan uang tunai. Menciptakan sistem pembayaran yang lebih transparan dan akuntabel. Kemudian, Mendukung program pemerintah dalam percepatan digitalisasi layanan publik dan transaksi keuangan.
General Manager Pelindo Sibolga, Muhammad Iklas sebagai pihak pengelola pelabuhan telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung guna memastikan implementasi transaksi cashless berjalan lancar. Petugas juga akan memberikan pendampingan kepada pengguna jasa yang memerlukan bantuan dalam proses pembayaran digital.
“Kami mengajak seluruh pengguna jasa pelabuhan untuk mendukung penerapan pembayaran Pas Pelabuhan secara cashless sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih cepat, mudah, aman, dan modern,” ujarnya.
Sosialisasi terkait mekanisme pembayaran nontunai telah dilakukan secara bertahap kepada masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan guna memastikan proses transisi berjalan dengan baik.
“Dengan diberlakukannya sistem pembayaran cashless ini, diharapkan pelayanan di lingkungan pelabuhan semakin efektif serta mampu memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan,” tutup Muhammad Iklas. (wr warasi)
