KUNINGAN – Semarak perayaan Hari Jadi Kabupaten Kuningan mencapai puncaknya dengan diumumkannya para pemenang dalam berbagai kategori kompetisi karnaval dan kreativitas. Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi tinggi kepada peserta yang telah menampilkan karya terbaik, membuktikan bahwa semangat melestarikan budaya berpadu harmonis dengan inovasi modern.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para juara. Dalam sambutannya, ia tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap dedikasi para peserta.
“Inikeren-keren semua. Niat pisan, kelihatan,” ungkap Bupati Dian sambil tersenyum, menyoroti usaha keras dan kreativitas luar biasa yang ditunjukkan setiap grup peserta.
Daftar Juara Kategori Kecamatan: Persaingan Ketat Antarwilayah
Dalam kategori kecamatan, persaingan berlangsung sangat ketat antarblok wilayah. Berikut adalah daftar peraih penghargaan:
- Juara 1: Diraih oleh Grup 3, yang merupakan kolaborasi kuat dari tujuh kecamatan: Cilimus, Jalaksana, Japara, Ciawigebang, Pancalang, Pasawahan, dan Mandirancan.
- Juara 2: Disabet oleh Grup Bertema Pra-Sejarah, yang terdiri dari Kecamatan Cigugur, Kuningan, Kadugede, Nusaherang, Kramatmulya, dan Sindangagung.
- Juara 3: Menjadi milik Grup Bertema Masuknya Islam, mewakili Kecamatan Luragung, Garawangi, Lebakwangi, Maleber, Ciniru, dan Hantara.
Kategori Umum & Kreativitas Individu
Selain kategori kecamatan, kemeriahan juga hadir dari sektor instansi dan individu. Untuk Kategori Umum Penampilan Terbaik, trofi juara dibawa pulang oleh:
- Universitas Kuningan (Uniku) sebagai Juara 1.
- Bank Kuningan sebagai Juara 2.
- SMK Karya Nasional sebagai Juara 3.
Sementara itu, kategori Kostum Nusantara Terbaik menunjukkan sisi humanis dan kekeluargaan di lingkungan birokrasi. Juara diraih oleh:
- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian beserta istri.
- Kepala Dinas Kesehatan beserta istri.
- Direktur RSUD Linggarjati.
Tak kalah menarik, penghargaan Replika Terbaik diberikan kepada Pemuda Caringin Jalaksana atas kreasi megah mereka, Replika Paksi Naga Lima, simbol ikonik Kabupaten Kuningan.
Apresiasi untuk Kolaborasi dan Spirit Masyarakat
Bupati Dian menekankan bahwa kesuksesan acara ini bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi bagaimana masyarakat rela meluangkan waktu, tenaga, dan biaya untuk mempersiapkan properti karnaval. Menurutnya, semangat gotong royong inilah yang menjadi nyawa pembangunan daerah.
“Semangat seperti itu menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan sekaligus menghidupkan budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor dan pihak pendukung yang menyediakan hadiah, menilai hal tersebut sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Melesat Tanpa Kehilangan Akar
Menutup acara, Bupati Dian menyampaikan pesan strategis mengenai arah pembangunan budaya Kuningan. Ia berharap peringatan Hari Jadi ke depan tidak sekadar seremoni, tetapi mampu memperkuat identitas daerah.
Meski setiap inovasi pasti menuai beragam tanggapan, Bupati menegaskan bahwa pemerintah harus berani melakukan terobosan selama manfaatnya terasa bagi rakyat.
“Yang penting urang mah kebenaran dan manfaatnya terasa. Konsepnya jelas,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memegang teguh semboyan “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”. Artinya, Kuningan harus terus berkembang dan mengikuti kemajuan zaman, namun tidak boleh lepas dari akar budaya dan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Tradisi adalah akar, budaya adalah jati diri. Mari kita jaga agar Kuningan tetap melesat dengan identitas yang kuat,” pungkas Bupati Dian.
(Sugi MJP)
