
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Suasana khidmat namun penuh semangat menyelimuti pembukaan Kemah Bakti Pramuka Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Kuningan Ke-V Tahun 2026. Dalam sambutannya, Bupati Kuningan, H. Acep Purnama (Dian), menekankan pentingnya keseimbangan antara adaptasi teknologi modern dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal bagi generasi muda.
Bupati Dian memandang para peserta kemah bukan sekadar siswa atau anggota pramuka biasa, melainkan calon pemimpin masa depan daerah.
“Tidak menutup kemungkinan, di hadapan saya hari ini berdiri penerus cita-cita masa depan Kabupaten Kuningan,” ungkap Bupati Dian dengan nada optimis.
Menjaga Tradisi di Era Digital
Salah satu poin penting yang disoroti oleh Bupati adalah adanya karnaval budaya dan permainan tradisional dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi langkah ini sebagai upaya konkret menjaga identitas budaya di tengah gempuran arus globalisasi dan teknologi.
Bagi Bupati Dian, kedekatan generasi muda dengan gadget dan internet adalah hal yang tak terelakkan. Namun, ia berharap hal itu tidak mengikis rasa cinta terhadap warisan leluhur.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini, permainan-permainan tradisional kembali diingatkan untuk dilestarikan. Karena di balik setiap permainan, terkandung makna dan filosofi yang luar biasa,” tuturnya.
Ia menilai, pendidikan karakter dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan dengan pengenalan budaya. Permainan tradisional, menurutnya, bukan sekadar hiburan, melainkan media pembelajaran nilai-nilai kehidupan yang relevan hingga kini.

Kolaborasi Kunci Pembangunan
Menutup sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), tutor, pembina, pendamping, hingga masyarakat luas—untuk terus memperkuat sinergi.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan oleh pemerintah secara tunggal. Dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama kemajuan Kuningan.
“Saya sebagai Bupati tidak bisa berjalan sendiri, tidak bisa membangun sendiri tanpa dukungan dari seluruh masyarakat dan elemen masyarakat,” tegasnya.
Pesan untuk Generasi Harapan
Sebelum secara resmi membuka acara, Bupati Dian menyampaikan pesan moral kepada seluruh peserta kemah. Ia meminta mereka untuk menjaga kekompakan tim, memprioritaskan kesehatan, dan yang terpenting, menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
“Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi harapan bangsa, generasi penerus yang hebat,” pesannya dengan semangat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan momen simbolis pembukaan. Bupati Kuningan menancapkan kapak sebagai tanda dimulainya kegiatan, diikuti dengan pelepasan burung merpati ke angkasa, melambangkan harapan akan kebebasan berkarya dan perdamaian bagi generasi muda Kuningan.
(Sugi MJP)

