KUNINGAN – Wajah birokrasi Kabupaten Kuningan kian bertransformasi menuju era smart governance . Tak lagi terpaku pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan kini membawa revolusi Tanda Tangan Elektronik (TTE) langsung ke garis depan: pemerintahan desa dan ruang pelayanan rumah sakit.
Kabar akselerasi digitalisasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kuningan, Hj. Nia Kurniasih, S.Sos., M.Si. Dalam amanatnya sebagai pembina Apel Pagi, Selasa (6/10/2026), Nia berpesan kepada seluruh pegawai serta mahasiswa magang—termasuk mahasiswa PLP dari Universitas Islam Al-Ihya—bahwa efisiensi adalah kunci pelayanan publik masa depan.
Menurutnya, penerapan TTE bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata atas birokrasi yang selama ini identik dengan tumpukan kertas dan proses antar-jemput berkas fisik.
“Bayangkan, kita tidak perlu lagi repot-repot berkendara ke desa-desa atau kecamatan hanya untuk mengantarkan berkas surat. Dengan TTE, semuanya tinggal klik. Ini bukan hanya mempermudah, tapi wujud nyata efisiensi waktu dan anggaran daerah,” tegas Nia.
Masif: Dari 361 Desa hingga Ruang Medis
Cakupan digitalisasi ini terbilang masif. Saat ini, TTE telah menyasar 361 kepala desa di Kabupaten Kuningan. Seluruh kades menjadi sasaran utama dalam pelatihan dan penerapan TTE guna memangkas birokrasi di tingkat akar rumput.
Tak hanya pemerintahan desa, dunia kesehatan pun kebagian jatah revolusi digital ini. Di RSUD 45 Kuningan, sebanyak 420 tenaga medis (dokter dan perawat) telah resmi menggunakan TTE. Langkah ini dinilai sangat mendukung kecepatan aplikasi layanan rumah sakit.
“Tenaga medis tidak perlu lama-lama mengetik atau mengurus dokumen manual. Di sistem, tinggal klik, sudah selesai. Tidak susah,” tambahnya.
Sukses di RSUD 45, Diskominfo kini tengah menyiapkan perluasan TTE untuk 187 dokter dan perawat di RSUD Linggajati Kuningan.
Fleksibel dan Anti-Pemalsuan
Salah satu keunggulan utama TTE adalah fleksibilitas tanpa batas ruang. Nia mencontohkan, seorang pejabat yang memiliki mobilitas tinggi atau sedang dinas luar kota, tetap bisa menandatangani dokumen penting tanpa harus menunggu kembali ke meja kerja.
“Tidak ada lagi cerita harus menunggu Pak Kepala Dinas pulang dari Bandung. Dengan TTE, di mobil, di Bandung, atau di mana pun berada, dokumen bisa langsung ditandatangani dengan mudah dan praktis,” jelasnya.
Lantas, bagaimana dengan keamanannya? Nia menjamin TTE sangat aman dari risiko pemalsuan. Setiap pengguna memiliki username,password, dan kode akses personal yang terikat pada akun resmi mereka.
“Sifatnya personal dan terenkripsi. Ada kode tertentu, email, dan password-nya. Tidak ada oknum yang bisa menyalahgunakan tanda tangan orang lain,” pungkasnya.
Dengan target seluruh desa di Kuningan sudah full menggunakan TTE pada November hingga Desember 2026, Kuningan selangkah lebih maju dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan modern.
(Sugi MJP)
