BATAM,Media jurnalpolri Com Ruslan Sinaga Anggota DPRD kota Batam menyuarakan aspirasi nya Di tengah riuh rencana investasi raksasa pembangunan pusat data di Batam, muncul suara tegas yang mengingatkan: Jangan lupakan warga. Anggota DPRD Kota Batam dari Partai Hanura, Ruslan Sinaga, menyampaikan pesan yang sederhana namun tajam — kemajuan tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar rakyat.
Pesan yang Menggetarkan Hati bagi seorang politisi partai Hanura ibu dewan Ruslan sinaga air kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat
Batam dikenal sebagai gerbang internasional, kota yang terus tumbuh dan berkembang pesat. Namun di balik kilau pembangunan, ada satu masalah yang tak kunjung usai: warga masih kesulitan mendapatkan air bersih. Banyak wilayah belum menikmati aliran air 24 jam, sementara rencana investasi pusat data yang juga membutuhkan air dalam jumlah besar justru terus didorong.
“Investasi memang penting untuk masa depan daerah. Tapi bagaimana mungkin kita menyambut investor besar, jika warga sendiri masih menadah air?” tegas Ruslan.
Beliau mengingatkan agar pemerintah tidak salah langkah dan tidak lupa. Jangan sampai investasi diprioritaskan, sementara rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan paling dasar. Air bersih bukan kemewahan — itu adalah hak setiap warga negara.
Inti Seruan Ruslan Sinaga Anggota DPRD Kota Batam air adalah kebutuhan utama bagi setiap orang di dunia untuk apa banyak investor masuk di kota Batam air aja sulit bagi warga miskin
- Penuhi kebutuhan dasar dulu. Pastikan setiap rumah tangga di Batam mendapat akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.
- Keseimbangan Pembangunan. Investasi boleh berjalan, namun tidak boleh mengorbankan kepentingan rakyat.
- Air adalah Hak Warga. Bukan barang mewah, bukan komoditas dagang semata — air bersih adalah hak konstitusional setiap orang.
“Air bersih adalah hak warga. Penuhi kebutuhan dasar terlebih dahulu.”
Itulah suara nurani dari wakil rakyat — agar Batam tumbuh bukan hanya megah di papan nama investasi, tetapi juga makmur di meja makan setiap warga
Khairil.lubis
