SUMEDANG, JP – Dua sekolah dasar negeri di Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, yakni SDN Cigintung dan SDN Sudapati, mendapat bantuan anggaran dari APBN Tahun 2026 melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui pekerjaan rehabilitasi sejumlah ruang dan penataan lingkungan sekolah.
Kepala SDN Cigintung, Cece Rahmat, S.Pd., saat dikonfirmasi mengatakan, SDN Cigintung memperoleh anggaran revitalisasi sebesar Rp685.628.731. Dana tersebut dialokasikan untuk merehabilitasi enam ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang guru termasuk ruang kepala sekolah, serta penataan halaman sekolah.
“Program revitalisasi ini sangat membantu dalam meningkatkan kondisi sarana dan prasarana sekolah sehingga dapat menunjang kegiatan belajar mengajar,” ujar Cece.
Sementara itu, SDN Sudapati yang berlokasi di wilayah Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, juga mendapat bantuan dana APBN sebesar Rp820.509.430 untuk pelaksanaan rehabilitasi dan penataan lingkungan sekolah.
Pekerjaan rehabilitasi tersebut dilaksanakan selama 120 hari kalender, terhitung mulai 10 Agustus hingga 8 Desember 2026.
Menurut Ketua PPSP selaku pelaksana pekerjaan di lapangan, pekerjaan akan dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan. Adapun pekerjaan di SDN Sudapati meliputi rehabilitasi lima ruang kelas, ruang perpustakaan, serta empat unit toilet siswa, berikut penataan halaman sekolah.
Pihak pelaksana juga menegaskan akan mengerjakan seluruh item pekerjaan sesuai ketentuan dan RAB yang telah ditetapkan.
Kepala SDN Sudapati menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat atas bantuan yang diberikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah mengucurkan dana Program Revitalisasi Satuan Pendidikan kepada SDN Sudapati. Saat ini pekerjaan sedang dilaksanakan dan mudah-mudahan hasilnya dapat memberikan manfaat bagi sekolah maupun masyarakat Desa Pajagan,” tandasnya.
Dengan adanya program tersebut, diharapkan kondisi bangunan dan fasilitas kedua sekolah semakin layak, aman, dan nyaman sehingga dapat mendukung proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi para siswa.
(Ernawan)

