
JOMBANG, 17 Oktober 2026 – Sebuah babak baru dalam sejarah perlindungan tenaga kerja di Indonesia resmi ditulis oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam langkah progresif yang menunjukkan kehadiran negara bagi seluruh rakyatnya, Polri meresmikan Desk Ketenagakerjaan tingkat Polres, yang diawali secara simbolis di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Acara bersejarah ini dihadiri langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Sugiadi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., serta Ketua Konfederasi Aliansi Serikat Pekerja Indonesia (KAPOLRI), Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H. Dengan mengusung tema “Desk Ketenagakerjaan Polri Bersama Masyarakat: Siap Mewujudkan Perlindungan Ketenagakerjaan di Indonesia”, acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah janji nyata kepolisian untuk menjadi pelindung bagi para pahlawan devisa dan penggerak roda ekonomi bangsa.
Sambutan Hangat dan Penuh Haru dari Kaum Buruh
Suasana di Mapolres Jombang sejak pagi hari terasa begitu hidup dan penuh emosi. Ratusan perwakilan buruh yang tergabung dalam KAPOLRI, dengan seragam dan atribut biru khas mereka, berjejer di sepanjang jalan menyambut kedatangan rombongan Kapolri. Sorak-sorai, kibaran bendera, dan yel-yel semangat bergema, menunjukkan betapa besarnya antusiasme dan harapan kaum pekerja terhadap kehadiran Polri.
Sesuai dengan tradisi dan budaya setempat, Kapolri disambut dengan tarian Remo yang gagah, melambangkan keberanian dan sambutan tulus dari masyarakat Jawa Timur. Apel kehormatan dan pemeriksaan pasukan digelar dengan khidmat, menegaskan disiplin dan profesionalisme institusi Polri, yang kini semakin merangkul elemen masyarakat.
Hadirkan Keadilan di Depan Pintu: Peresmian Desk Ketenagakerjaan
Puncak acara berlangsung di tenda utama yang dipenuhi oleh ratusan undangan, mulai dari pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pekerja. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mendengarkan sambutan yang penuh penghayatan dari Ketua KAPOLRI, Andi Gani Nena Wea, momen yang dinanti-nanti pun tiba.
Bersama jajaran pimpinan Polri dan perwakilan pekerja, Kapolri menekan tombol peresmian. Hujan konfeti berwarna biru dan putih menyambut tanda dibukanya Desk Ketenagakerjaan Polres Jombang. Tak hanya itu, penandatanganan prasasti dan pemotongan pita menandai beroperasinya fasilitas yang akan menjadi rumah bagi pengaduan, konsultasi, dan perlindungan hukum bagi para tenaga kerja.
Keberadaan Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polres ini adalah terobosan luar biasa. Ini berarti, para pekerja kini memiliki akses langsung yang cepat, transparan, dan berkeadilan untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial, tanpa harus menempuh jalur yang berbelit-belit. Polri hadir sebagai fasilitator keadilan, bukan sekadar penegak hukum.
Ziarah ke Rumah Marsinah: Menghormati Sejarah, Merangkul Masa Depan
Bagian paling menyentuh dan sarat makna dari kunjungan kerja ini adalah ziarah Kapolri dan rombongan ke “Rumah Asli Ibu Marsinah” serta Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah.
Marsinah, pahlawan nasional yang gugur demi memperjuangkan hak-hak buruh, menjadi simbol perjuangan kelas pekerja di Indonesia. Di museum yang diresmikan tersebut, Kapolri dengan saksama melihat diorama, foto-foto sejarah, dan kutipan inspiratif seperti “Marsinah Tidak Mati, Kami Berjuang Ganda, Lie Kami Bergerilya”
Langkah Kapolri mengunjungi rumah dan museum Marsinah mengirimkan pesan yang sangat kuat dan elegan: Polri menghormati sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Polri memahami bahwa di balik roda industri yang berputar, ada darah, air mata, dan perjuangan panjang para pekerja. Dengan meresmikan Desk Ketenagakerjaan tepat di tanah yang bersejarah bagi kaum buruh ini, Polri seolah berpesan bahwa perjuangan Marsinah kini dilanjutkan oleh negara melalui institusi kepolisian yang humanis dan pro-rakyat.
Polri Hadir untuk Negeri, Hadir untuk Rakyat
Acara ditutup dengan foto bersama yang penuh solidaritas. Para pejabat Polri, tokoh masyarakat, dan perwakilan buruh berdiri berdampingan, mengibarkan tangan dengan gestur kebersamaan. Senyum bangga terpancar dari wajah-wajah yang hadir.
Terobosan yang dilakukan oleh Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Sugiadi Ario Seto ini patut diapresiasi dan membuat kita bangga. Ini adalah bukti bahwa Polri terus bertransformasi menjadi kepolisian yang modern, humanis, dan dekat dengan denyut nadi kehidupan masyarakat.
Polri tidak hanya ada untuk menindak kejahatan, tetapi juga hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani, termasuk menjamin hak dan martabat para pekerja Indonesia. Desk Ketenagakerjaan adalah wujud nyata bahwa Kepolisian Republik Indonesia adalah milik semua orang, dan keadilan adalah hak setiap warga negara.(Wawan.G).
