
JURNALPOLRI.COM – TASIKMALAYA – Semangat pelestarian budaya Sunda menguat di wilayah Tasikmalaya Selatan. Puluhan pegiat dan pelaku seni dari lima kecamatan menggelar silaturahmi akbar untuk membangun kebersamaan dan memperkuat jati diri Sunda sebagai bagian dari kekuatan bangsa.
Acara yang digelar dalam tajuk *Napak Jagat Pasundan – Coklat Kita tersebut berlangsung di Gedung Sarijaya, Dusun Mekarsari, Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat (19/9/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Djarum Coklat Kita, Kang Pandu, para Duta NJP (Napak Jagat Pasundan), serta para pegiat seni diantaranya Kang Yakob, Kang Acol, Kang Kimung, dan Kang Iman Jimbot, dan tamu undangan lainnya.
Silaturahmi ini diikuti oleh sanggar dan pegiat seni dari 5 kecamatan di Tasik Selatan, meliputi Karangnunggal, Cipatujah, Cikalong, Bojongasih, dan Bantarkalong.
Dalam sesi diskusi, beberapa tokoh seni menyampaikan pandangannya:
*Kang Yakob, pegiat seni dari Bandung, menyampaikan pentingnya wadah kebersamaan.
“Mari kita berproses membangun seni budaya. Mari kita sering membangun kebersamaan melalui wadah Napak Jagat Pasundan. Dengan adanya wadah ini, ide dan gagasan akan terpecahkan,” ujarnya.
*Kang Acol, pegiat seni dari Bandung, menekankan pentingnya menghilangkan ego antar pelaku seni.
“Mari kita memajukan nilai-nilai seni dari Tatar Pasundan dan menjadikan wadah seni ini sebagai jati diri Pasundan. Harapan saya ada kemajuan bagi pejuang seni. Hilangkan rasa ego di antara pelaku seni agar terwujud kebersamaan yang akan menambah wawasan, ilmu, dan pengalaman. Mari kita satukan rasa,” ucap Kang Acol.
Menurutnya, poin penting adalah rasa kebersamaan untuk melestarikan warisan leluhur budaya Sunda agar memiliki identitas yang kuat.
“Jangan takut untuk berkarya, itu adalah sebuah identitas. Menjadi jati diri orang Sunda dan menjadi bagian dari kekuatan bangsa,” tegasnya.
Kang Kimung menambahkan, “Mudah-mudahan kita semua dapat mengangkat kembali nilai-nilai budaya untuk memperkuat rasa kebersamaan.”
Sementara Kang Iman Jimbot dari Ciamis menutup dengan pesan khas Sunda, “Mudah-mudahan Jagat Pakidulan nyongcolang mayung sa jagat raya,” yang bermakna harapan agar kesenian dari Tasik Selatan dapat dikenal luas dan memberi manfaat ke seluruh dunia.
Melalui silaturahmi ini, para pegiat sepakat untuk terus menjaga kekompakan antar sanggar se-Tasik Selatan, menghilangkan ego sektoral, dan bersama-sama mengangkat kembali budaya Sunda sebagai identitas dan kekuatan bangsa Indonesia.
Pewarta: Yat’S
