
JURNAL POLRI.MY.ID.CIREBON..CIREBON KOTA – Malam itu, ketenangan warga di sekitar Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, terusik oleh kobaran api yang melahap lahan kosong seluas 1,7 hektare. Namun, kepanikan berhasil diredam bukan hanya oleh air, melainkan oleh respons cepat dan sinergi luar biasa antara Polresta Cirebon Kota, Den C Brimobda Jabar, dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon.
Dalam waktu kurang dari satu jam, atau tepatnya 45 menit sejak kedatangan petugas, api yang sempat membakar 80 persen area lahan tersebut berhasil dipadamkan total pada Kamis (27/8/2026) malam. Aksi ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan aparat dalam melindungi masyarakat dari bencana.
Detik-Detik Kritis: Dari Laporan Warga hingga Gelontoran Air
Kronologi bermula sekitar pukul 20.45 WIB. Heriawan (56), Ketua RW 05 yang juga merupakan anggota Polri, melihat asap tebal mengepul dari samping jalan di depan Klinik Mata Perum Griya Caraka. Tanpa ragu, ia segera menghubungi Layanan Polisi 110.
“Api muncul tiba-tiba di lahan kering. Angin malam itu cukup kencang, membuat api menyebar sangat cepat,” kenang Heriawan.
Informasi serupa juga datang dari Yadi Supriyadi (50), Ketua RW 08, yang mendapat laporan dari petugas keamanan perumahan mengenai dugaan puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara yang melintas sebagai pemicu awal.
Merespons panggilan darurat tersebut, personel Polsek Kedawung langsung tancap gas menuju lokasi untuk melakukan pengamanan awal. Menyadari besarnya potensi bahaya karena hembusan angin dan material kering, Kapolsek Kedawung, Kompol Ahmad Nasori, S.H., segera mengkoordinasikan bantuan ekstra.
Kekuatan Gabungan: Water Cannon Brimob Turun Tangan
Sinergi pun terbentuk secara instan. Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon mengerahkan dua unit mobil pemadam, sementara dari pihak kepolisian, Den C Brimobda Jabar menurunkan satu unit Water Cannon (meriam air). Kehadiran Water Cannon menjadi kunci utama dalam memadamkan bara api yang tersembunyi di balik rumpun kering yang sulit dijangkau selang biasa.
“Koordinasi kami sangat solid. Begitu sampai, langsung ada pembagian tugas. Personel polisi mengamankan area agar tidak ada warga yang terlalu dekat, sementara Damkar dan Brimob fokus pada pemadaman inti,” jelas Kompol Ahmad Nasori.
Dengan tekanan air tinggi dari Water Cannon dan penyemprotan intensif dari unit Damkar, kobaran api yang sebelumnya mengamuk mulai mereda. Sekitar pukul 21.30 WIB, api dinyatakan padam sepenuhnya. Petugas tidak langsung pulang; mereka tetap berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api tersisa yang bisa memicu kebakaran susulan.
Nol Korban, Pesan Moral untuk Masyarakat
Berkat kecepatan dan ketepatan aksi gabungan ini, tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun kerugian materiil yang berarti bagi warga sekitar. Meskipun penyebab awal masih dalam penyelidikan, dugaan kuat mengarah pada kelalaian manusia berupa pembuangan puntung rokok sembarangan di area lahan kering.
Kompol Ahmad Nasori menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak dan memberikan imbauan penting bagi masyarakat.
“Kejadian ini mengajarkan kita betapa kecilnya percikan api bisa menjadi bencana besar jika didukung kondisi alam yang kering. Kami mengapresiasi respons warga yang sigap melaporkan, serta kerja keras rekan-rekan dari Damkar dan Brimob. Kepada masyarakat, mari jaga lingkungan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kesadaran kecil Anda adalah bagian dari keamanan bersama,” pungkasnya.
Aksi malam itu sekali lagi menegaskan bahwa Polresta Cirebon Kota tidak hanya hadir saat terjadi tindak kriminal, tetapi juga siap siaga menjadi pelindung masyarakat dalam setiap situasi darurat, termasuk bencana kebakaran.
(Sugi MJP)

