CIREBON – Semangat Sumpah Pemuda 1928 tampaknya masih terus bergema dan menemukan relevansinya di era modern. Momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), menjadi pengingat keras bagi generasi muda bahwa masa depan bangsa dan daerah tidak bisa digantungkan pada generasi tua.
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., menegaskan bahwa pemuda bukan sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak utama persatuan dan pembangunan.
“Anak muda ini mempunyai peran yang sangat strategis dalam kenegaraan kita. Persatuan harus ada di tangan para pemuda, kemajuan juga di tangan pemuda. Maka, pemuda harus punya karakter,” tegas Bupati Imron dalam rilis resminya, Kamis (29/10/2026).
Karakter adalah Senjata Utama
Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan dinamika global, Bupati Imron menilai karakter yang kuat adalah satu-satunya bekal yang dimiliki generasi muda. Tanpa karakter, pemuda akan mudah terombang-ambing.
Oleh karena itu, ia menantang anak muda Cirebon untuk tidak hanya pandai mengeluh, tetapi mampu membaca situasi dan menyiapkan strategi.
“Pemudalah yang harus bisa menjawab tantangan sekarang, tantangan kekinian, dan tantangan yang akan datang,” pungkasnya.
Bukti Nyata Dukungan Pemerintah
Tak sekadar memberikan pidato motivasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon disebut Bupati Imron berkomitmen penuh untuk membuka “karpet merah” bagi para pemuda. Ruang kreativitas dan kapasitas diri terus dibuka lebar, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja.
“Kami sangat mendukung dan memberikan ruang kepada para pemuda. Seperti halnya tenaga kerja yang saat ini dipekerjakan di sejumlah perusahaan di Cirebon, didominasi oleh para pemuda,” ungkapnya.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk partisipasi nyata pemuda dalam roda ekonomi dan pembangunan daerah. Kesempatan emas di dunia kerja ini diharapkan mampu mencetak pemuda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkarya dan berkontribusi.
Saatnya Menggerakkan Perubahan
Menutup pesannya, Bupati Imron memberikan sebuah “tamparan” positif bagi generasi muda Cirebon. Peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak boleh hanya berhenti pada seremonial belaka.
Ia mendorong para pemuda untuk turun ke lapangan, mengambil peran, dan menjadi arsitek perubahan di daerahnya.
“Saya berharap peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas diri. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi turut menggerakkan perubahan di daerah,” pesan Bupati Imron.
Pesan ini jelas: Cirebon dan Indonesia sedang menanti aksi nyata anak mudanya. Bukan lagi zaman untuk diam di kursi penonton, melainkan zaman untuk turun ke lapangan dan mencetak sejarah.
Sugi MJP
