
JURNALPOLRI.COM – TASIKMALAYA – Pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Karangnunggal – Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, Jum’at (09/10/2026).
Pasalnya, jembatan yang progres pembangunannya baru sekitar 70% tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai standar konstruksi. Warga menyoroti kondisi fisik jembatan yang pada bentang tengah terlihat cekung / melendut, padahal belum selesai 100% dan belum dilalui beban berat.
Dugaan lain yang mencuat di tengah masyarakat adalah penggunaan material besi konstruksi yang tidak sesuai spesifikasi standar, sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada kekuatan dan usia pakai jembatan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan tanggapan atau klarifikasi. Pihak media telah berupaya menghubungi dan meminta keterangan resmi kepada pihak pelaksana, namun belum ada jawaban sampai saat ini.
Menanggapi viralnya persoalan tersebut, Camat setempat pun bereaksi dan menyatakan akan segera memanggil pihak-pihak terkait. Pemanggilan pertama akan ditujukan kepada pihak konsultan pengawas sebagai penanggung jawab pertama di lapangan.
Pihak kecamatan menegaskan akan meminta penjelasan teknis terkait penyebab cekungnya kontur jembatan dan kesesuaian material yang digunakan dengan RAB dan dokumen kontrak.
Masyarakat berharap Dinas terkait yakni Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya segera turun tangan melakukan pemeriksaan fisik dan audit teknis agar jembatan yang menjadi akses vital antar kecamatan tersebut tidak membahayakan pengguna dan tidak merugikan keuangan negara.
Pewarta : Yats (Tim Redaksi MJP)
