SUKABUMI – Mediajurnslpolri.my.id.Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo memimpin apel gabungan dalam rangka penanganan kebakaran lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.
Sebanyak 400 personel gabungan dari unsur TNI-Polri, dinas dan instansi terkait hingga elemen masyarakat dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut.
Apel gabungan digelar di kawasan TPA Cikundul, Selasa (29/9/2026) pagi. Setelah apel, personel langsung disebar ke sejumlah titik untuk melanjutkan proses pemadaman.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan penanganan kebakaran telah dilakukan selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Selasa.
“Saya berharap kita mendoakan semua karena sudah tiga hari ini, mulai dari Sabtu, Minggu, Senin teman-teman semua sudah melakukan kegiatan yang maksimal, mulai dari pemadaman dari hari pertama, kedua sampai hari ini,” kata Sentot kepada wartawan di lokasi.
Sentot mengatakan, dari jajaran Polri sendiri sebanyak 150 personel diterjunkan. Sementara unsur Kodim dan Batalyon TP turut diperbantukan dalam penanganan kebakaran.
“Total saat apel pagi tadi ada 400 personel gabungan TNI-Polri, pemerintah, dinas, semua elemen masyarakat kita bergabung,” ujarnya.
Dalam penanganan hari ini, kawasan TPA Cikundul dibagi menjadi tiga sektor, yakni sektor A, B dan C.
Menurut Sentot, masing-masing sektor difokuskan untuk melakukan pemadaman terhadap sisa-sisa api dan bara yang masih tersebar di kawasan TPA.
“Konsep hari ini kita bagi tiga sektor, sektor A, B dan C. Polanya adalah pemadaman sisa-sisa api yang tersebar kita padamkan kemudian penguraian,” jelasnya.
Petugas juga mengoperasikan alat berat untuk mengurai tumpukan sampah. Bersamaan dengan itu, petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke bagian yang telah diurai.
“Secara bersama-sama tanah itu diurai dengan ekskavator, kemudian air dari Damkar masuk semua. Semua titik kita berlakukan seperti itu,” katanya.
Sentot menjelaskan, metode tersebut dilakukan agar air dapat menjangkau bagian dalam tumpukan sampah yang kemungkinan masih menyimpan bara.
“Begitu diurai, air masuk. Harapannya bara api yang ada di dalam yang tidak bisa dipadamkan, air bisa masuk,” ujarnya.
Selain mengandalkan upaya pemadaman, petugas juga berharap kondisi cuaca membantu proses penanganan.
“Kita berharap hujan juga membantu kita, namun kita tidak dapat memprediksi kapan hujan itu. Yang jelas kita mempersiapkan secara maksimal,” tutur Sentot.
Penanganan tidak berhenti setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. Tim juga akan melakukan pemeriksaan menggunakan alat thermal untuk mendeteksi titik yang masih memiliki suhu tinggi.
“Setelah padam juga nanti ada langkah-langkah selanjutnya yaitu Basarnas, DLH nanti bergabung menggunakan alat thermal. Turun dan diukur mana suhu yang masih tinggi, setelah itu kita survei lagi sehingga bara api yang telah diukur bisa kita padamkan. Dengan jargonya ” PRIMA ” Propesional, Responsif, Inovatif, Modern dan Amanah.Kami sebagai Polri dan abdi masyarakat secara continue selalu siap akan memberikan Pengayoman, Perlindungan dan Pelayanan kepada masyarakat secara Prima pungkasnya.( Asep Hermawan).
