

JURNALPOLRI.COM – TASIKMALAYA – Menanggapi viralnya video kondisi Jembatan Penghubung antara Kecamatan Bojongasih dan Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, yang dinarasikan akan dibongkar karena konstruksi cekung, Camat Bojongasih, Suhendar, S.Sos., Pp. memberikan klarifikasi.
Saat dikonfirmasi JURNALPOLRI.COM, Selasa (6/10/2026), terkait pertanyaan apakah ada bagian komponen jembatan yang belum dipasang, kualitas tidak memenuhi standar atau pemasangan yang kurang stabil, Suhendar menjelaskan sebagai berikut:
“Apa kendalanya? Jawabannya ada bentuk konstruksi yang belum selesai. Kata konsultan tidak ada rencana untuk dibongkar,” ujar Suhendar, S.Sos., mengutip keterangan dari Luki, selaku konsultan pengawas proyek tersebut.
Suhendar menegaskan dirinya belum melihat secara langsung dan jelas terkait kondisi cekungnya jembatan yang viral di media sosial tersebut.
“Camat belum melihat dengan jelas terkait kondisi jembatan tersebut, dan akan menyurvey dengan jelas, agar disesuaikan dengan spek perencanaan dan selesai sesuai dengan target 180 hari,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Camat Bojongasih berencana akan memanggil pihak terkait, pertama adalah pihak konsultan pengawas untuk memastikan pekerjaan jembatan vital tersebut sesuai spesifikasi teknis dan selesai tepat waktu.
Jembatan penghubung Bojongasih – Karangnunggal sendiri merupakan akses vital bagi perekonomian dan mobilitas warga dua kecamatan. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari kalender.
“Kami sebagai Pemerintah Kecamatan Bojongasih mempunyai kewenangan untuk mempertanyakan, kenapa kondisi jembatan sementara ini menjadi sorotan publik dan viral di Media sosial. Berarti sementara kami menduga ada hal yang tidak proporsianal dalam pengerjaannya,”pungkas Suhendar.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan pasti terkait solusi yang akan dilakukan oleh pihak pelaksana.
Pewarta : Yats/Tim (MJP).
