KUNINGAN– Udara sejuk khas tatar Pasundan menyelimuti kawasan Open Space Gallery, Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Kamis (24/9/2026) pagi. Namun, hawa dingin pegunungan itu seketika mencair oleh semangat membara dari ratusan “pasukan elit” kelistrikan.
Mereka adalah prajurit Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang berkumpul untuk melangsungkan Apel Bakti PDKB PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat. Lebih dari sekadar apel rutin, acara ini menjadi panggung pembuktian kompetensi sekaligus misi besar untuk mencatatkan sejarah melalui Rekor MURI.
Acara bersejarah ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen puncak PLN, mulai dari UID Jawa Barat, UID Jawa Tengah, hingga UID Yogyakarta. Hadir mewakili Bupati Kuningan, Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn., memberikan sambutan resmi dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT PLN (Persero).
Wabup Tuti menyampaikan rasa bangga dan terhormatnya karena Kabupaten Kuningan dipercaya menjadi pusat kegiatan pemeliharaan jaringan lintas unit induk tersebut.
Di hadapan para pahlawan kelistrikan yang siap bekerja di atas kabel bertegangan tinggi, Wabup Tuti menyoroti betapa krusialnya peran listrik sebagai urat nadi kehidupan. Pasokan listrik yang andal dinilai vital untuk menopang hajat hidup masyarakat, menggerakkan roda perekonomian, memajukan sektor pariwisata, hingga melayani fasilitas publik.
“Pekerjaan PDKB adalah bentuk dedikasi tanpa batas. Bapak-bapak dituntut melakukan pemeliharaan tanpa memadamkan aliran listrik. Ini bukan pekerjaan biasa, melainkan membutuhkan keahlian, presisi tingkat tinggi, keberanian, serta kedisiplinan pada standar keselamatan kerja (K3) yang sangat ketat,” ujar Wabup Tuti.
Pemerintah Kabupaten Kuningan meyakini, kolaborasi dan sinergi antara PLN UID Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta ini akan membuat sistem kelistrikan di wilayah Kuningan dan sekitarnya semakin kokoh. Hasil nyata dari pengabdian para petugas ini adalah masyarakat tetap dapat beraktivitas, belajar, dan berusaha tanpa terganggu oleh pemadaman.
Menutup sambutannya, Wabup Tuti menyematkan pesan menyentuh yang mengingatkan para petugas tentang besarnya dampak pekerjaan mereka.
“Di setiap tiang dan kabel listrik yang bapak-bapak pelihara tanpa padam, ada ribuan rumah yang tetap terang. Ada anak-anak yang belajar dengan nyaman, ada usaha masyarakat yang terus berjalan, dan ada kehidupan yang terus berdenyut,” pungkasnya.
Incar Rekor MURI
Sementara itu, General Manager UID Jawa Barat, Muhammad Johararifin, menegaskan bahwa apel bakti ini bukan sekadar pekerjaan teknis semata. Kegiatan ini adalah wujud pembuktian kompetensi, profesionalisme, keberanian, dan semangat kolaborasi dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
“Kegiatan luar biasa ini melibatkan 30 tim PDKB dengan total 222 personel yang diterjunkan dari UID Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta,” ungkap Johararifin.
Yang membuat acara ini semakin istimewa, Johararifin mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut direncanakan untuk diajukan dalam pencatatan Rekor MURI.
Usulan kategori yang diajukan adalah pelaksanaan PDKB tegangan menengah dengan metode secara langsung yang dilakukan oleh 30 tim PDKB dan 222 personel secara serentak, di dalam satu lokasi, dan dalam satu hari yang sama. Sebuah aksi kolosal yang mempertaruhkan nyali dan keahlian demi terangnya Nusantara.
(Sugi MJP)
