
JURNALPOLRI.COM – TASIKMALAYA – Di balik kokohnya struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FERADI WPI, ada satu nama yang menjadi simbol kekuatan, loyalitas dan ketegasan: Waketum Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.H., S.E., BKP. yang dijuluki The Dragon of FERADI WPI.
Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Posisi Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI bukanlah posisi yang mudah diraih. Hanya figur dengan integritas teruji, kapasitas manajerial mumpuni dan loyalitas tanpa batas yang mampu mendudukinya. Dan semua kriteria itu ada pada diri Adv. Yulianto.
Selain mengemban amanah sebagai Waketum DPP, beliau juga dipercaya sebagai Ketua DPC FERADI WPI Sidoarjo. Di bawah komandonya, DPC Sidoarjo menjelma menjadi DPC paling aktif dan progresif secara nasional. Bukan hanya aktif dalam konsolidasi internal, namun juga tercatat sebagai DPC dengan kegiatan bantuan hukum probono terbanyak untuk masyarakat kurang mampu.
Salah satu bukti nyata kepiawaian manajerialnya adalah suksesnya Gathering Akbar FERADI WPI bersama Ketum di Resto Ikan Bakar Cianjur, Surabaya. Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum emas dalam memperkuat soliditas, kekeluargaan dan konsolidasi strategis organisasi.
Kecepatan kerjanya luar biasa. Hanya dalam hitungan bulan sejak menjabat Ketua DPC, Adv. Yulianto berhasil mengantarkan anggotanya mengikuti Penyumpahan Advokat di Pengadilan Tinggi Surabaya. Sebuah prestasi yang tidak semua DPC mampu lakukan secepat itu.
Saat ini, Adv. Yulianto juga tengah menyelesaikan Pendidikan S2 Hukum sebagai pijakan menuju cita-cita besarnya meraih gelar Doktor Hukum.
Di ruang sidang, nama Adv. Yulianto Kiswocahyono dikenal sebagai advokat yang menggetarkan lawan. Rekam jejaknya menangani perkara-perkara raksasa tidak diragukan lagi: mulai dari kasus narkoba, sengketa bisnis skala besar, sengketa lahan, perkara waris pelik, ketenagakerjaan, hingga pembelaan korban kriminalisasi oleh oknum.
Meski berdomisili di Jawa Timur, sepak terjangnya telah menjangkau hingga pelosok negeri.
Namun di balik ketegasannya, beliau adalah sosok humanis. Komitmennya memberikan bantuan hukum gratis (pro bono) kepada masyarakat miskin menjadi nafas perjuangannya dalam membuka akses keadilan untuk semua.
Di Mata Ketua Umum: Simbol Rajawali Yang Keluar Dari Sangkar
Ketua Umum DPP FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.MD., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., memberikan penilaian khusus:
“Saya melihat Adv. Yulianto Kiswocahyono sebagai pribadi yang tidak pernah menyerah pada keadaan. Beliau adalah simbol keberanian untuk keluar dari ‘sangkar’ keterbatasan dan membuktikan bahwa dengan kerja keras, integritas, dan ketulusan, seseorang dapat menjelma menjadi ‘rajawali’ yang terbang tinggi. Kepemimpinan beliau bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang keteladanan dan keberanian mengambil tanggung jawab.”
Menurut Ketum Donny Andretti, Waketum Yulianto adalah figur penyeimbang, penggerak sekaligus penguat moral anggota. Tegas dalam prinsip, peduli terhadap sesama.
Kepada seluruh kader di DPD dan DPC se-Indonesia, Adv. Yulianto selalu menekankan semboyan hidupnya:
“Bukan apa yang bisa organisasiku berikan padaku, akan tetapi apa yang bisa aku persembahkan untuk memajukan Organisasiku tercinta FERADI WPI.”
Ia pun secara terbuka mengakui bahwa ketangguhan dan strategi hukumnya adalah hasil gemblengan langsung dari Ketum.
“Saya berterima kasih karena selama ini digembleng langsung oleh Pak Ketum Adv. Donny Andretti. Keberanian dan strategi yang saya terapkan adalah hasil dari pembelajaran dan kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan organisasi,” ungkapnya.
Rekan sejawatnya, Eko Wahyu Pramono, S.Tr.P., S.Ak., C.FTAX., menambahkan, “Sikap tegas namun peduli tercermin dalam setiap tindakan Adv. Yulianto Kiswocahyono. Beliau adalah teladan bagi anggota lainnya.”
DPP FERADI WPI meyakini, dengan peran strategis The Dragon of FERADI WPI, organisasi akan terus terbang tinggi sebagai garda terdepan penegakan hukum yang profesional dan humanis.
Pewarta : Yats
