
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Di era disrupsi informasi, kecepatan dan akurasi menjadi kunci utama dalam komunikasi publik. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengelola media sosial (admin) di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bupati Kuningan menekankan bahwa media sosial pemerintah bukan sekadar papan pengumuman digital, melainkan corong resmi yang harus menyajikan informasi cepat, akurat, jelas, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati meminta para admin untuk berpikir lebih strategis. Unggahan tidak boleh hanya terbatas pada dokumentasi kegiatan rutin instansi, tetapi harus mampu mengemas program kerja, kebijakan strategis, capaian pembangunan, serta informasi pelayanan publik dengan narasi yang menarik dan mudah dipahami.
“Setiap unggahan yang kita buat bukan sekadar informasi biasa, melainkan merupakan siaran resmi yang dapat dimuat ulang oleh media massa maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, setiap konten harus memenuhi kaidah jurnalistik, didukung fakta dan data yang valid, serta menerapkan unsur 5W+1H,” tegas Bupati.
Membangun Narasi Tunggal dan Responsif
Bupati juga menyoroti pentingnya sinkronisasi narasi. Akun media sosial masing-masing SKPD diharapkan membangun pesan yang selaras dengan kebijakan besar Pemerintah Kabupaten Kuningan. Para admin didorong untuk lebih aktif dan responsif, baik dalam merespons komentar masyarakat maupun dalam menyebarluaskan informasi penting dari pimpinan daerah melalui fitur repost atau share.
“Tujuannya agar pesan pemerintah tersebar lebih luas, utuh, dan tidak terdistorsi di tengah banjir informasi,” jelasnya.
Namun, di balik kebebasan berekspresi di dunia digital, Bupati mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika Aparatur Sipil Negara (ASN). Reputasi institusi adalah aset berharga yang harus dijaga. Setiap konten wajib bersifat informatif, edukatif, profesional, serta steril dari hoaks, ujaran kebencian, atau konten provokatif.
Prioritas Konten: Dari Pelayanan hingga Pelestarian Budaya
Untuk memastikan efektivitas komunikasi, Pemkab Kuningan menetapkan beberapa prioritas konten yang harus menjadi fokus para admin, antara lain:
- Pelayanan Publik & Pembangunan: Informasi transparan mengenai program dan kemudahan akses layanan.
- Promosi Potensi Daerah: Mengangkat peluang investasi dan kekayaan alam Kuningan.
- Edukasi & Klarifikasi: Melawan hoaks dengan fakta dan memberikan edukasi preventif.
- Tanggap Bencana: Informasi cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat.
- Persatuan & Budaya: Narasi yang memperkuat kohesi sosial dan melestarikan nilai-nilai luhur Kuningan.
Sekretaris Dinas Kominfo, yang mewakili Bupati Kuningan, secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut. Ia berharap peningkatan kapasitas ini tidak berhenti pada penambahan wawasan teknis, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengelolaan akun masing-masing instansi.
“Kehadiran admin media sosial yang kompeten dan berdedikasi sangat besar manfaatnya bagi kemajuan Kabupaten Kuningan. Kita butuh komunikator publik yang mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan kinerja pemerintah,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, Pemkab Kuningan berkomitmen menghadirkan tata kelola informasi yang kredibel, relevan dengan perkembangan zaman, dan berorientasi pada kepuasan serta kepercayaan publik.
(Sugi MJP)

