KUNINGAN, 17 September 2026 – MTs Negeri (MTSN) 5 Kuningan kembali menorehkan prestasi dalam inovasi pendidikan. Di bawah kepemimpinan visioner Kepala Madrasah, Bapak Sueb, S.Ag., M.Pd.I., sekolah ini berhasil merancang ekosistem belajar yang unik: memadukan keterampilan teknologi masa depan (Coding), penguatan karakter religius, serta sistem disiplin berbasis digital yang transparan.
Tidak berhenti di situ, MTSN 5 Kuningan juga menerapkan pola jadwal yang seimbang, di mana hari Senin hingga Jumat difokuskan pada akademik dan ibadah, sementara hari Sabtu dialokasikan untuk kegiatan sosial dan pengembangan diri yang lebih santai namun bermakna.
Kelas Coding: Mencetak Generasi Pencipta Teknologi
Salah satu program unggulan yang paling menyita perhatian adalah Kelas Khusus Coding. Berbeda dengan sekolah konvensional, MTSN 5 Kuningan menyadari bahwa literasi digital adalah kunci masa depan. Para siswa tidak hanya diajarkan cara menggunakan gadget, tetapi juga dilatih logika pemrograman untuk menciptakan aplikasi dan solusi digital.
“Kami ingin siswa kami menjadi creator, bukan sekadar consumer,” ungkap Bapak Sueb, S.Ag., M.Pd.I. Antusiasme siswa sangat tinggi, terlihat dari semangat mereka dalam menyelesaikan tantangan logika dan kolaborasi tim dalam proyek-proyek kecil mereka.
Spiritualitas sebagai Fondasi: Sholat Jumat dan Kegiatan Keagamaan Terpadu
Di tengah gempuran teknologi, MTSN 5 Kuningan tetap kokoh memegang identitasnya sebagai madrasah. Program Sholat Jumat Bersama dan kegiatan keagamaan rutin lainnya menjadi “jangkar” moral bagi para siswa. Kegiatan ini tidak dianggap sebagai beban, melainkan momen penyegaran jiwa yang diikuti dengan sukacita oleh seluruh warga sekolah.
Keseimbangan antara kelas coding yang modern dan kegiatan keagamaan yang tradisional menciptakan profil lulusan yang high-tech namun tetap high-touch dan berakhlak mulia.
Revolusi Disiplin: Absensi Digital dan Notifikasi Real-Time
Inovasi terbesar dalam hal tata kelola siswa adalah penerapan Sistem Absensi Digital. Sistem ini menghapus kebiasaan absensi manual yang rawan manipulasi.
- Transparansi Visual: Kehadiran siswa ditampilkan di papan digital sekolah dengan indikator warna hijau untuk status hadir.
- Integrasi dengan Orang Tua: Setiap kali siswa melakukan absen, notifikasi otomatis terkirim ke aplikasi ponsel orang tua/wali murid.
“Sistem ini membangun kepercayaan. Orang tua merasa tenang karena bisa memantau kehadiran anak secara real-time, dan siswa menjadi lebih bertanggung jawab karena tahu bahwa kejujuran mereka tercatat secara digital,” jelas Bapak Sueb. Dampaknya, tingkat keterlambatan dan bolos menurun drastis, menciptakan budaya disiplin yang positif.
Konsep “Senin-Jumat Fokus, Sabtu Sosial”: Keseimbangan Hidup Pelajar
MTSN 5 Kuningan juga menerapkan filosofi jadwal yang manusiawi.
- Senin – Jumat: Difokuskan pada kegiatan akademik intensif, pelatihan coding, dan ibadah wajib seperti sholat berjamaah. Ini adalah waktu untuk menempa disiplin dan intelektualitas.
- Sabtu: Dialokasikan untuk kegiatan yang lebih bersifat sekuler, sosial, dan rekreatif. Siswa diajak untuk terlibat dalam kegiatan komunitas, olahraga bersama, atau kunjungan ke lingkungan masyarakat.
Pendekatan ini mencegah kejenuhan (burnout) pada siswa. Hari Sabtu menjadi momen bagi mereka untuk mengembangkan soft skills, mempererat pertemanan, dan belajar berinteraksi dengan dunia nyata di luar tembok kelas.
Respon Positif: Sekolah Sebagai “Rumah Kedua” yang Menyenangkan
Para siswa menggambarkan suasana sekolah dengan penuh canda namun serius. Mereka merasa bahwa meskipun aturannya ketat (seperti “kandang” yang terstruktur), lingkungan tersebut justru memudahkan mereka untuk memilih jalur yang benar. Dengan dukungan guru-guru yang responsif dan sistem yang adil, siswa merasa dihargai dan termotivasi.
“Kalau lingkungannya asik dan kita tahu tujuannya jelas, ya gampang banget buat ikut aturan. Lagian, ada hari Sabtu buat seru-seruan sama teman-teman juga,” ujar salah satu siswa kelas 8 dengan senyum lebar.
Sugi MJP
.
