SUMEDANG – Sebanyak tujuh ruang kelas SDN Cimirun, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, termasuk ruang guru dan ruang kepala sekolah, mendapat rehabilitasi melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari Dana APBN Tahun Anggaran 2026.
Selain bangunan ruang kelas, program tersebut juga mencakup rehabilitasi dua unit toilet siswa, satu unit toilet guru, serta penataan halaman sekolah.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.346.784.501 untuk pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
Kepala SDN Cimirun, Dayat, S.Pd., membenarkan bahwa sekolahnya menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.
“Betul, kami telah menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Mudah-mudahan dengan turunnya anggaran tersebut, panitia dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya,” ujar Dayat saat dikonfirmasi.
Menurutnya, bantuan rehabilitasi tersebut sangat disambut baik oleh pihak sekolah maupun orang tua siswa. Perbaikan sarana dan prasarana sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa maupun tenaga pendidik.
“Kami atas nama seluruh guru dan orang tua siswa mengucapkan terima kasih dengan adanya bantuan rehabilitasi ini. Dengan diperbaikinya bangunan sekolah, para tenaga pengajar dan siswa tentunya akan merasa lebih nyaman dan aman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Terkait pelaksanaan pekerjaan, berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, kegiatan revitalisasi dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (PPSP).
Dayat menjelaskan, dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, panitia menilai diperlukan tenaga teknis yang memiliki keahlian khusus, terutama dalam pengerjaan baja ringan dan besi.
“Untuk pekerjaan yang membutuhkan keahlian teknis, kami telah bermusyawarah dengan panitia dan sepakat menggunakan tenaga teknis dari luar yang memang sudah ahli di bidang baja ringan dan besi. Untuk pekerjaan atap dan kusen-kusen, pengerjaannya dilakukan oleh tenaga dari perusahaan yang memiliki keahlian di bidang tersebut,” jelasnya.
Dengan adanya Program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini, pihak sekolah berharap seluruh proses rehabilitasi dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga menghasilkan sarana pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi seluruh warga SDN Cimirun.
(Ernawan H.)

