CIREBON – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran. Peringatan ini menyusul masuknya wilayah Cirebon ke puncak musim kemarau yang kerap disertai fenomena angin kumbang.
Kepala DPKP Kota Cirebon, Andi Riskiyanto, menjelaskan bahwa kombinasi cuaca kering dan hembusan angin kumbang—yang lazim terjadi antara Juli hingga September—menjadi faktor pemicu utama percepatan penyebaran api. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman padat maupun lahan terbuka.
“Memasuki musim kemarau yang disertai angin kumbang, potensi kebakaran menjadi jauh lebih besar. Kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Cirebon agar lebih waspada dan proaktif menjaga keselamatan keluarga, rumah, serta lingkungan sejak dini,” ujar Andi saat dikonfirmasi About Cirebon, Kamis (23/7/2026).
Cek Listrik dan Gas, Kunci Pencegahan di Rumah
Andi menekankan bahwa pencegahan dimulai dari hal-hal kecil di dalam rumah. Ia mengajak warga untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik. Kabel yang sudah tua, terkelupas, atau bahkan rusak akibat gigitan tikus, sangat rentan memicu korsleting yang berujung pada kebakaran.
Selain aspek kelistrikan, keamanan penggunaan kompor gas juga menjadi sorotan. Masyarakat diminta memastikan regulator dan selang gas dalam kondisi layak pakai. Kerusakan sekecil apa pun pada komponen tersebut dapat memicu kebocoran gas yang berbahaya.
Kebakaran Lahan Masih Dominan Akibat Sampah
Di sisi lain, DPKP mencatat adanya lonjakan kasus kebakaran lahan dalam beberapa pekan terakhir. Hampir setiap hari, petugas berjibaku memadamkan api di berbagai titik di wilayah Kota Cirebon.
Berdasarkan investigasi lapangan, sebagian besar insiden ini dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah domestik maupun sisa rumput dari kegiatan kerja bakti. Api yang awalnya terlihat kecil dan terkendali, dengan cepat membesar dan menjalar ke area sekitarnya karena terhempas angin kumbang.
“Kebakaran lahan yang kami tangani mayoritas disebabkan oleh pembakaran sampah. Api kemudian terbawa angin dan menyebar tak terkendali. Sebenarnya, insiden seperti ini bisa sepenuhnya dicegah jika masyarakat berhenti membakar sampah,” tegas Andi.
Melihat tingginya risiko tersebut, DPKP berharap adanya kesadaran kolektif dari warga Kota Cirebon untuk tidak meremehkan bahaya api kecil dan lebih bijak dalam mengelola sampah serta memeriksa keamanan rumah tangga.
(Sugi MJP)
