KUNINGAN – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuningan, Deni [Nama Lengkap jika ada, atau cukup “Deni”], mengungkapkan strategi besar pemerintah daerah dalam menata infrastruktur konektivitas. Tidak hanya fokus pada hunian layak, perhatian serius juga diberikan pada penataan pertanahan untuk mendukung pembangunan jalan strategis.
Salah satu proyek unggulan yang diungkapkannya adalah rencana pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan. Ruas jalan ini direncanakan memiliki panjang sekitar 10 kilometer.
“Pembangunan ini bukan berdiri sendiri. Jalan Lingkar Timur Selatan akan menjadi lanjutan dari Jalan Lingkar Timur Utara,” jelas Deni.
Dengan tersambungnya kedua ruas tersebut, Kabupaten Kuningan akan memiliki jaringan jalan lingkar sisi timur dengan total panjang mencapai 20 kilometer. Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan sirkulasi lalu lintas yang lebih efisien dan modern.
Dukung Sektor Wisata dan Kurangi Kemacetan
Deni menekankan bahwa tujuan utama dari pembangunan infrastruktur masif ini adalah dua hal: mengurangi beban pada jalan protokol yang sering padat, serta membuka aksesibilitas menuju kawasan wisata.
Sebagai daerah tujuan wisata, Kuningan dituntut untuk menyediakan infrastruktur yang mumpuni.
“Kuningan sebagai daerah wisata harus memiliki jaringan infrastruktur jalan yang betul-betul aman dan nyaman bagi para wisatawan,” tegas Deni. Ia meyakini bahwa kenyamanan akses jalan akan berbanding lurus dengan meningkatnya kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Solusi Berkelanjutan untuk Masa Depan
Dalam dialog yang digelar di TVRI Jawa Barat tersebut, Deni juga menyoroti filosofi penataan ruang di Kuningan. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pertanahan dan permukiman dirancang dengan prinsip keseimbangan.
“Pemerintah itu merupakan solusi yang bisa memberikan jawaban bagi masyarakatnya,” ujar Deni.
Ia menambahkan bahwa penataan yang dilakukan saat ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat hari ini, namun tetap tidak mengabaikan kelestarian lingkungan dan hak-hak generasi mendatang. Dengan demikian, pembangunan di Kuningan diharapkan tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
( Sugi MJP)

