
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN.– Di tengah hiruk-pikuk pembangunan fisik dan target ekonomi, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengingatkan sebuah prinsip mendasar: pembangunan sejati tidak hanya soal beton dan angka, melainkan tentang manusia dan akhlaknya.
Pernyataan tegas ini disampaikan Bupati Dian saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Syiarul Islam, pada Rabu (2/9/2026). Di hadapan jajaran Forkopimda, ASN, ulama, dan tokoh masyarakat, Bupati Dian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah dalam merawat kerukunan dan mengisi pembangunan daerah.
Manusia Adalah Ukuran Pembangunan
Dalam sambutannya, Bupati Dian mengkritisi pandangan sempit bahwa keberhasilan pembangunan hanya diukur dari panjangnya jalan raya, megahnya gedung, atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Baginya, esensi pembangunan jauh lebih dalam.
“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur atau program pemerintah. Pada akhirnya, pembangunan adalah tentang manusia,” ujar Bupati Dian dengan penuh penekanan.
Ia menjelaskan bahwa tolak ukur kemajuan daerah sesungguhnya tercermin dari kualitas hidup warganya sehari-hari. Apakah anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak? Apakah para orang tua dapat hidup tenang dan bermartabat? Serta, apakah rasa kepedulian antarsesama masih tumbuh subur di lingkungan masyarakat?
Akhlak: Nyawa bagi Visi ‘Kuningan Melesat’
Menyinggung visi akselerasi daerah “Kuningan Melesat”, Bupati Dian menegaskan bahwa terobosan kebijakan harus diimbangi dengan fondasi moral yang kokoh. Tanpa akhlak, pembangunan akan kehilangan arah dan jiwa.
“Kuningan Melesat tidak cukup hanya dibangun dengan kebijakan, tetapi juga harus dibangun dengan akhlak,” tegasnya.

Akhlak yang dimaksud bukan sekadar teori, melainkan praktik nyata: integritas aparatur dalam melayani publik, kejujuran pengusaha dalam berbisnis, komitmen pemimpin dalam mengemban amanah, hingga kesantunan warga dalam berinteraksi sosial. “Jika akhlak itu tumbuh, Insya Allah pembangunan akan memiliki jiwa,” imbuhnya.
Merangkul Perbedaan, Menghindari Perpecahan
Di era digital yang serba cepat, Bupati Dian juga menyoroti tantangan dinamika sosial yang kerap memicu gesekan akibat perbedaan pandangan politik maupun pilihan personal. Ia mengajak masyarakat kembali pada keteladanan Rasulullah SAW yang dikenal mengayomi yang lemah dan merangkul perbedaan.
“Kalau ada yang berbeda, jangan buru-buru dimusuhi. Kalau ada yang salah, jangan buru-buru dihina. Kalau ada yang lemah, jangan ditinggalkan,” imbau Bupati Dian, menyerukan pentingnya musyawarah dan persaudaraan di atas ego kelompok.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, jajaran Kepala OPD, serta para sesepuh dan alim ulama. Sebagai penutup, tausiyah agama disampaikan oleh Ustadz Saeful Hidayat, SQ., M.Pd.I., yang semakin memperkuat pesan tentang pentingnya meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan bermasyarakat.
(Sugi MJP)

