KUNINGAN– Kekayaan filosofi kehidupan di tanah Kuningan ternyata menyimpan sumber inspirasi yang tak pernah kering. Nilai-nilai kearifan lokal ini menjadi sorotan utama dan kompas bagi generasi muda dalam gelaran DKVEST 7.
“Filosofi kehidupan di Kuningan adalah sumber inspirasi yang tak ada habisnya. Ini semua adalah tambang emas bagi kalian semua untuk digali lebih lanjut,” pesan [Sebutkan Nama Lengkap & Jabatan Dian, misal: Dian Salsabila, Ketua Panitia/Ketua BEM] dalam sambutannya di hadapan para peserta.
Mengusung tema besar Metamorph, Dian membedah makna perubahan secara mendalam. Baginya, metamorfosis bukan sekadar pergantian wujud atau tren sesaat, melainkan sebuah proses perubahan fundamental. Ia menekankan bahwa perubahan yang kuat dan bertahan lama sejatinya harus lahir dari dorongan internal (internal drive).
“Ketika perubahan itu muncul dari tekad sendiri, dari dorongan internal, maka ia akan melahirkan gagasan dan inovasi yang tidak pernah putus,” paparnya.
Lebih jauh, Dian mengajak para mahasiswa untuk terus bereksperimen dan berkarya tanpa meninggalkan pondasi intelektual yang kuat. Dalam kesempatan itu, ia memberikan definisi ulang tentang apa itu “karya besar”.
Menurut Dian, karya besar bukan semata-mata karya yang menuai banyak pujian atau tepuk tangan. “Melainkan karya yang mampu meninggalkan kesan, pemikiran, dan perasaan yang mendalam bagi orang lain,” tegasnya.
Menutup orasinya, Dian memberikan pesan yang sekaligus menjadi tantangan bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton di era disrupsi ini.
“Teruslah tumbuh, teruslah berubah, teruslah menciptakan yang bermanfaat. Karena masa depan ini tidak hanya membutuhkan orang yang mampu membaca perubahan, tapi orang-orang yang mampu menciptakan makna dari perubahan tersebut,” pungkasnya.
Ruang Kolaborasi dan Apresiasi
Dengan mengusung semangat filosofis dan dorongan untuk bermetamorfosis tersebut, DKVEST 7 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang seremonial belaka.
Acara ini ditargetkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan aspirasi, kreativitas, intelektualitas, dan keberanian berekspresi mahasiswa. Lebih dari itu, DKVEST 7 hadir sebagai ruang belajar dan apresiasi yang tidak hanya bermanfaat bagi civitas akademika, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
(Sugi MJP)
