POSO – Dalam rangka membentuk karakter kepemimpinan siswa yang tangguh, disiplin, dan berintegritas, Polsek Poso Pesisir Selatan melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Tolak Narkoba dan Perundungan (Bullying)” serta pengenalan salam polisi. Kegiatan ini digelar khusus bagi peserta Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMAN 1 Poso Pesisir Selatan pada Kamis (15/10/2026) di Tribun Lapangan Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso.
Kapolsek Poso Pesisir Selatan, IPTU Haerudin, S.H., M.A.P., bertindak sebagai pemateri utama dalam acara yang dihadiri oleh 7 orang panitia pelatihan dan 28 peserta siswa-siswi SMAN 1 tersebut. Dalam penyampaiannya, Kapolsek menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki mental yang kuat dan bersih dari pengaruh zat adiktif serta perilaku kekerasan. Ia juga memperkenalkan salam khas Polri sebagai simbol kedekatan dan kemitraan antara aparat keamanan dengan generasi muda. Kegiatan berlangsung interaktif dan berakhir dengan situasi yang aman dan lancar.
Menanggapi kegiatan pembinaan karakter terhadap calon pemimpin muda ini, Kapolsek Poso Pesisir Selatan, IPTU Haerudin, S.H., M.A.P., menyatakan bahwa pencegahan narkoba dan bullying harus dimulai sejak dini, terutama melalui organisasi siswa seperti OSIS atau melalui kegiatan LDKS.
“LDKS adalah momen tepat untuk menanamkan nilai-nilai positif. Kami menyampaikan kepada para peserta bahwa seorang pemimpin tidak bisa memimpin jika dirinya terjebak dalam jeratan narkoba atau terlibat dalam perundungan. Narkoba akan merusak masa depan dan kredibilitas mereka, sementara bullying mencerminkan ketidakmampuan seseorang dalam menghargai orang lain. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa calon pemimpin di SMAN 1 Poso Pesisir Selatan tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik, mental, dan sosial,” ujar IPTU Haerudin.
Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan pentingnya peran pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif.
“Kami juga memperkenalkan salam polisi kepada mereka sebagai bentuk edukasi bahwa polisi adalah sahabat masyarakat, termasuk pelajar. Jika mereka menghadapi masalah, merasa tertekan, atau melihat teman yang menjadi korban bullying atau penyalahgunaan narkoba, mereka tidak perlu takut untuk melapor. Pendekatan persuasif dan kekeluargaan akan kami utamakan sebelum tindakan hukum, kecuali untuk kasus pengedar yang memang harus ditindak tegas,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, IPTU Haerudin mengapresiasi antusiasme para peserta LDKS.
“Saya sangat bangga melihat semangat dan perhatian serius dari 28 peserta LDKS SMAN 1 Poso Pesisir Selatan. Ini menunjukkan bahwa generasi muda kita memiliki kesadaran tinggi untuk menolak hal-hal negatif. Saya berharap ilmu yang didapat hari ini dapat mereka terapkan di lingkungan sekolah dan keluarga. Jadilah pemimpin yang menginspirasi, bukan yang meresahkan. Polsek Poso Pesisir Selatan siap mendukung penuh kegiatan positif pelajar demi terciptanya generasi emas yang bebas narkoba dan bebas bullying,” pungkas IPTU Haerudin, S.H., M.A.P.
Yulius Kapita
