MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan. Kali ini, fokus pemberdayaan diarahkan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Panyingkiran.
Pada Rabu, 14 Oktober 2026, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan modal usaha kepada dua pelaku UMKM asal Desa Bantrangsana. Bantuan ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah ikhtiar mentransformasi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi instrumen produktif yang mampu menopang kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Transformasi ZIS yang Produktif
Penyerahan bantuan berlangsung khidmat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Staf Bidang Layanan Mustahik, Robi Ferdian Raka Siwi, S.E., secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada dua penerima manfaat, Dirta Sugianto dan Nana Sunardi.
Langkah ini menegaskan pergeseran paradigma penyaluran ZIS yang tidak lagi hanya bersifat konsumtif (bantuan habis pakai), melainkan produktif. Bagi para pelaku usaha kecil seperti Dirta dan Nana, suntikan modal ini menjadi “bahan bakar” vital untuk meningkatkan kapasitas produksi, menjaga keberlangsungan usaha di tengah tantangan ekonomi, serta membuka peluang pertumbuhan pendapatan yang lebih baik.
Membangun Kemandirian, Mewujudkan Majalengka Langkung Sae
BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa kemandirian ekonomi adalah kunci utama dalam pengentasan kemiskinan. Dengan pengelolaan modal yang tepat, bantuan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi para mustahik untuk naik kelas dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial di masa depan.
“Melalui program pemberdayaan ekonomi, kami berupaya agar dana ZIS memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Ini adalah wujud dukungan kami terhadap semangat mewujudkan Majalengka Langkung Sae,” ujar perwakilan BAZNAS di sela-sela kegiatan.
Harapan besar disematkan kepada Dirta dan Nana. Semoga modal yang diterima menjadi wasilah keberkahan, melapangkan pintu rezeki, serta membakar semangat kemandirian untuk terus berkarya bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
(Sugi MJP)
