
Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Taman Kanak Kanak (TK) Sekarwangi yang berada di Desa Tegal wangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon di duga tidak sesua dengan Spek.
Padahal anggaran ini senilai Rp. 714.583.000,- ketika awak media mengontrol langsung di lapangan, pada Selasa, (18/08/2026) telah menemukan kejanggalan yang ada di lapangan seperti, Batu, Besi, dan semen, diduga asal pakai tidak sesuai Rencana Anggaran Biyaya (RAB).

Saat awak media meninjau pelaksanaan rehabilitasi di TK Sekarwangi, tercatat ada empat ruangan yang dikerjakan: dua ruangan dibangun dari awal, sedangkan dua ruangan lainnya hanya dipasangi plafon. Hal ini kemudian menimbulkan temuan yang dianggap janggal pada pelaksanaan pembangunan bantuan revitalisasi satuan pendidikan tersebut.
Ketika dikonfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah TK Sekarwangi, Ibu (E), hal‑hal tersebut belum disampaikan tanggapan yang serius. Awak media juga telah meminta perhatian terkait pelaksanaan pembangunan yang diduga belum sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Saya sampaikan: ‘Semen ini sebaiknya jangan memakai semen Bezt. Kalau bisa gunakan semen Holcim atau Semen Merdeka padahal Semen Merdeka itu pun masih produk dari Holcim dan Tiga Roda,’” ujar awak media saat mengonfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah.
“‘Lalu apa lagi ini Bu? Mengapa untuk besi tulangnya tidak memakai besi berulir yang bercincin, melainkan hanya besi polos?’ tanya saya kembali,” tambah awak media.
Menanggapi hal tersebut, Ibu Kepala Sekolah menyatakan: “‘Kan pelaksana atau kontraktornya ini dari Arjawinangun, Pak.’

“‘Kalau begitu, bolehkah saya meminta nomor kontak pelaksananya Bu, supaya saya bisa mengonfirmasi mengapa pelaksanaan bantuan revitalisasi di TK Sekarwangi ini belum sesuai ketentuan maupun RAB yang ada?’ tanya saya selanjutnya.”
Namun ketika awak media meminta nomor kontak pelaksana sekaligus nomor pengawas pekerjaan, Ibu Kepala Sekolah tidak memberikan dan tidak menanggapi permintaan tersebut, melainkan menyampaikan: “‘Kalau begitu biar saya telepon langsung ke dinasnya, Pak.’”

Mendapatkan jawaban tersebut, awak media kemudian menyampaikan: “‘Baiklah Bu, kalau begitu biar nanti kita bertemu langsung bersama pelaksana, pengawas, maupun pihak dinas sekaligus supaya kita bisa duduk bersama dan membahas hal ini secara jelas dan lengkap.’”
Hingga saat ini, pelaksanaan serta temuan yang belum sesuai rencana tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak‑pihak yang bertanggung jawab. Awak media akan terus memantau perkembangannya.(Wawan.G).

