BANGGAI LAUT – Pemerintah Kabupaten Banggai Laut terus berupaya meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan melalui penguatan sistem informasi geospasial. Langkah tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan rapat koordinasi penyusunan database informasi geospasial yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) di ruang pertemuan kantor Bapperida, Rabu (29/7/2026).Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang berbasis data, sehingga setiap program dan kegiatan infrastruktur dapat disusun secara lebih terukur, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan wilayah.Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Bapperida, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi teknis yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan data spasial.Dalam rapat itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah menegaskan bahwa keberadaan data geospasial yang akurat dan terintegrasi merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah yang efektif. Selama ini, pengelolaan data yang masih dilakukan secara sektoral dinilai kerap menyebabkan perbedaan informasi hingga berpotensi menimbulkan tumpang tindih pelaksanaan program pembangunan.Karena itu, Bapperida mendorong seluruh OPD untuk membangun satu basis data bersama atau single source of truth yang dapat menjadi rujukan bagi seluruh perangkat daerah dalam menyusun kebijakan maupun program pembangunan.Penyusunan database geospasial tersebut difokuskan pada pemetaan sejumlah sektor strategis, mulai dari jaringan jalan, sistem irigasi, kawasan rawan bencana, hingga fasilitas publik. Seluruh data nantinya akan dihimpun melalui Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis digital yang diperbarui secara berkala agar informasi yang tersedia tetap akurat dan relevan.Melalui integrasi data tersebut, pemerintah daerah berharap proses perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih efisien. Penentuan lokasi proyek infrastruktur dapat dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan sehingga mengurangi risiko kesalahan penempatan program maupun pemborosan anggaran.Selain itu, ketersediaan data geospasial yang terintegrasi juga akan mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan oleh pimpinan daerah. Informasi spasial yang lengkap diharapkan mampu mendukung upaya mitigasi bencana melalui pemetaan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, sehingga pembangunan dapat diarahkan ke lokasi yang lebih aman.Tidak hanya mendukung pembangunan pemerintah, database geospasial ini juga diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam menarik investasi. Dengan tersedianya peta digital yang lengkap dan mudah diakses, calon investor akan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi wilayah maupun kesiapan infrastruktur di Kabupaten Banggai Laut.Rapat koordinasi ditutup dengan penyusunan jadwal pengumpulan data sektoral dari masing-masing organisasi perangkat daerah. Seluruh data tersebut ditargetkan segera rampung untuk kemudian diintegrasikan ke dalam sistem pusat sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pembangunan berbasis data yang modern, akurat, dan berkelanjutan.
Susanto
