
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN.– Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan bahasa asing di tingkat madrasah, seorang akademisi dari Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), S.Ag., M.Hum., menegaskan bahwa materi pelatihan yang disampaikan bukanlah teori biasa, melainkan hasil konkret dari penelitian dan pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Inggris yang dilakukan oleh para dosen.
Penyampaian ini menjadi poin kunci dalam rangkaian pelatihan peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah (MA). Melalui pendekatan berbasis riset ini, perguruan tinggi menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi tri dharma berupa pendidikan dan penelitian di menara gading, tetapi juga aktif membawa hasil keilmuan agar memberikan manfaat langsung dan terukur bagi masyarakat.
“Materi ini adalah buah dari kerja keras riset kami. Kami ingin memastikan bahwa apa yang diajarkan kepada guru-guru adalah metode yang teruji, efektif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Pelatihan ini dinilai sebagai ikhtiar bersama yang strategis. Dengan penguatan kompetensi guru, diharapkan terjadi efek domino positif bagi peserta didik. Siswa Madrasah Aliyah akan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan modern, serta memiliki kepercayaan diri untuk bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional berkat penguasaan bahasa Inggris yang mumpuni.
Namun, di tengah dorongan untuk go global, aspek identitas lokal dan religiusitas tetap menjadi pondasi utama. Dalam penutupannya, narasumber menyampaikan pesan filosofis yang mendalam tentang keseimbangan antara wawasan global dan akar budaya.
“Mari kita didik anak-anak kita untuk mengenal dunia, membuka cakrawala berpikir seluas-luasnya. Namun, sekaligus kita harus tanamkan akar yang kuat agar mereka tidak pernah lupa dari mana mereka berasal,” pesannya dengan penuh makna.
Pesan tersebut mengingatkan bahwa tujuan akhir dari penguasaan bahasa asing bukan untuk meninggalkan jati diri, melainkan untuk memperkuat posisi bangsa di panggung dunia tanpa kehilangan karakter lokal. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah ini diharapkan menjadi model sinergi yang berkelanjutan dalam mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual.
(Sugi MJP)
