KUNINGAN– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan mengambil langkah strategis dalam mereformasi tata kelola sumber daya manusia (SDM) aparatur. Tidak main-main, ribuan ASN di lingkungan Pemkab Kuningan akan menjalani pemetaan kompetensi secara digital demi mewujudkan birokrasi yang profesional dan berkinerja tinggi.
Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN), dimulai dari jajaran pimpinan tinggi hingga pejabat fungsional.
Fokus pada Pemimpin dan Pejabat Kunci
Gelombang pertama kegiatan berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Kantor Regional III BKN Bandung. Sebanyak 30 petinggi aparatur Kuningan menjadi peserta utama dalam sesi ini. Mereka terdiri dari 18 pejabat JPT Pratama (Eselon II.b), 9 pejabat Eselon III.a, 1 pejabat Eselon III.b, dan 2 pejabat fungsional Madya.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang didampingi Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., memberikan atensi khusus terhadap kegiatan ini. Bagi Bupati Dian, profiling bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan fondasi utama dalam membangun manajemen talenta yang terarah.
“Profiling adalah bagian vital untuk memastikan pemetaan kompetensi aparatur kita berbasis data, bukan lagi berdasarkan asumsi. Ini sejalan dengan upaya kita mendukung Asta Cita serta visi-misi kepala daerah dalam menciptakan pelayanan publik yang prima,” ujar Bupati Dian.
Kuota Meledak: Dari 570 Menjadi 3.000 Peserta
Sorotan menarik dari program ini adalah keberhasilan Pemkab Kuningan dalam melobi penambahan kuota peserta. Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., mengungkapkan kabar gembira bagi ribuan ASN lainnya.
“Awalnya kuota Kuningan hanya 570 peserta. Namun, berkat dukungan penuh Kepala Kanreg III BKN Bandung, Bapak Wahyu, S.Kom., M.AP., kuota kita berhasil diperbesar menjadi 3.000 peserta,” ungkap Beni dengan antusias.
Rencananya, 3.000 ASN yang berasal dari jabatan pelaksana, fungsional, dan struktural ini akan mengikuti program Pro ASN pada 18-22 Oktober 2026 mendatang di SMKN 3 Kuningan.
Efisiensi Anggaran di Tengah Keterbatasan APBD
Kerjasama dengan BKN ini juga menjadi solusi cerdas di tengah tantangan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Biasanya, biaya Personal National Board of Psychometric(PNBP) untuk satu kali asesmen kompetensi mencapai Rp590 ribu per orang.
“Alhamdulillah, karena difasilitasi Kanreg III BKN Bandung, peserta tidak dikenakan biaya PNBP. Pemkab Kuningan hanya menyiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti gedung dan laboratorium komputer. Ini efisiensi luar biasa,” jelas Beni.
Pemutakhiran Data demi SIMATA
Sekretaris Daerah Kuningan, U. Kusmana, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2026. Fokus utamanya adalah pemutakhiran data bagi ASN yang masa berlaku asesmennya mendekati tiga tahun, serta pejabat Eselon II yang belum pernah mengikuti profiling.
“Kita mengarah pada percepatan penerapan Manajemen Talenta melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA). Dengan data yang update dan komprehensif, pengembangan karir dan penempatan ASN bisa dilakukan secara lebih objektif, terukur, dan tepat sasaran,” pungkas U. Kusmana.
Dengan basis data yang akurat ini, Pemkab Kuningan optimis dapat menempatkan “orang yang tepat di tempat yang tepat” (the right man in the right place), yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Kuningan.
(Sugi MJP)
