KUNINGAN – Sebuah pemandangan yang jarang terjadi dalam dunia industri mungkin terlihat di Desa Wanasaraya, Kecamatan Kalimanggis, Selasa (6/10/2026). Ketika banyak perusahaan baru memikirkan tanggung jawab sosial (CSR) setelah pabrik berdiri dan meraup untung, PT New Hope justru memilih jalan berbeda.
Sebelum mesin industri pertama pun dinyalakan, komitmen investasi dari PT New Hope sudah lebih dulu “turut serta” membangun desa.
Hal ini langsung mendapat sorotan tajam dan apresiasi tinggi dari Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat meninjau langsung lokasi rencana investasi tersebut. Didampingi Camat Kalimanggis, Neni Betty Roslinda Waty, serta perangkat desa, Bupati Dian menyaksikan sendiri bagaimana investor ini berupaya menyatu dengan denyut nadi masyarakat sekitar.
Bukan Sekadar Janji, Tapi Aksi Nyata
Fakta di lapangan membuat Bupati Dian tak dapat menyembulkan rasa bangganya. PT New Hope tercatat telah merealisasikan program CSR berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang satu kilometer. Jalan ini bukan sekadar akses menuju kawasan industri, melainkan urat nadi yang menghubungkan desa dengan pusat aktivitas warga.
Selain infrastruktur fisik, kepedulian terhadap keselamatan dan mobilitas warga juga ditunjukkan melalui penyerahan satu unit mobil siaga.
“Di samping mereka berinvestasi, belum apa-apa sudah mengeluarkan CSR. Akan ada rabat beton panjang satu kilometer, saya kira nilainya miliaran. Saya sangat senang, bahagia,” ujar Bupati Dian di sela-sela peninjauan.
Bagi Bupati Dian, langkah ini adalah sinyal kuat bahwa investasi di Kuningan tidak akan menjadi “asing” di tengah-tengah warganya. Pembangunan jalan tersebut dipastikan akan memudahkan mobilitas warga Wanasaraya, menciptakan simbiosis mutualisme antara kebutuhan industri dan hak masyarakat atas infrastruktur yang layak.
Prioritas Anak Negeri: “Utamakan Warga Sini Dulu”
Isu sensitif mengenai tenaga kerja pun tak luput dari perhatian orang nomor satu di Kuningan ini. PT New Hope memproyeksikan mampu menyerap 350 hingga 400 tenaga kerja saat operasional nanti. Namun, Bupati Dian memberikan catatan tegas: Kuningan harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Kalau tenaga kerja, utamakan penduduk sini dulu. Kalau misalnya masih kurang, ke desa tetangga. Jangan dulu ke luar kabupaten, luar kecamatan dulu,” tegasnya.
Instruksi ini menjadi jaminan bahwa kehadiran industri tidak akan menciptakan kesenjangan sosial, melainkan membuka keran rezeki bagi warga lokal dan desa-desa penyangga di sekitarnya.
Investasi Ramah Lingkungan dan Tertib Aturan
Menjawab keraguan publik mengenai dampak lingkungan, Bupati Dian memastikan bahwa PT New Hope telah melalui proses verifikasi yang ketat.
“Membangun industri ini saya kira ramah lingkungan, terus di zona yang tepat, dan prosedurnya sudah ditempuh,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, menurutnya, tetap membuka keran investasi seluas-luasnya sebagai motor penggerak ekonomi, selama investor bersedia bermain sesuai aturan main yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan rakyat.
Sapa Hangat di Tengah Warga
Kunjungan kerja ini ditutup dengan momen yang hangat. Usai meninjau lokasi, Bupati Dian tidak langsung bergegas pergi. Ia menyempatkan diri melebur dengan warga yang sejak awal menunggu di sekitar lokasi.
Tanpa protokoler yang kaku, Bupati Dian bertanya kabar, bercanda, dan mendengar aspirasi sederhana warga. Suasana cair dan tawa renyah menandakan bahwa kehadiran pemerintah dan rencana investasi ini diterima dengan baik oleh masyarakat.
“Terima kasih PT New Hope, mudah-mudahan kita bisa bekerja sama. CSR ini semoga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Bupati Dian.
Dengan modal sosial yang kuat sejak hari pertama, kehadiran PT New Hope di Wanasaraya diharapkan tidak hanya menjadi menara gading industri, melainkan mitra sejati dalam memajukan ekonomi Kabupaten Kuningan.
(Sugi MJP)
