
SOREANG BANDUNG – JURNALPOLRI – Minggu, 18 Oktober 2026 – Di Kampung Cikitu, Pacet, kebakaran meninggalkan pekerjaan berat bagi tiga keluarga. Di antara puing dan harapan untuk kembali memiliki rumah, Polresta Bandung datang membawa material bangunan, sembako, serta langkah awal pembangunan kembali hunian warga.
Minggu, 18 Oktober 2026, kepedulian itu diwujudkan melalui program Polri Peduli Sosial. Kapolresta Bandung Kombes Pol Doktor Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si., memimpin langkah kemanusiaan berupa penyerahan bantuan material dan peletakan batu pertama pembangunan rumah korban kebakaran di Kampung Cikitu RT 01/RW 02, Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Peletakan Batu Pertama
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB. Semen, batu hebel, pasir, kayu kaso, dan papan GRC disalurkan untuk mendukung pembangunan kembali rumah tiga kepala keluarga terdampak kebakaran.
Material itu menjadi bekal awal untuk menata kembali tempat tinggal. Bagi keluarga korban, pembangunan rumah bukan semata urusan dinding dan atap, melainkan langkah menuju kehidupan lebih stabil setelah musibah merenggut rasa aman.
Peletakan batu pertama menandai dimulainya proses pemulihan. Namun, perjalanan sampai rumah kembali layak ditempati tetap membutuhkan pengerjaan, waktu, serta dukungan berkelanjutan.
Tali Kasih Sesama
Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Doktor Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Polri, menurut dia, perlu hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan, termasuk saat kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
“Aksi sosial ini adalah bentuk komitmen dan kepedulian Polresta Bandung untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena dampak musibah kebakaran,” ucap Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Doktor Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si.
Ia juga menambahkan, kepolisian ingin membantu warga bangkit dan kembali memiliki hunian layak.
Pernyataan tersebut menempatkan bantuan sosial sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Selain material bangunan, Polresta Bandung membagikan paket sembako kepada tiga keluarga korban kebakaran. Bantuan pangan turut diberikan kepada 30 warga di sekitar lokasi.
Bantuan tersebut menyentuh dua kebutuhan berbeda. Material bangunan mendukung pemulihan jangka panjang, sedangkan sembako membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga penerima.
Gotong Royong Membangun
Kegiatan ini melibatkan pejabat utama Polresta Bandung, Kabag SDM Polresta Bandung Kompol Cucu Safiyudin, S.Sos., M.H.
Juga ada Kapolsek Pacet, personel kepolisian, Danramil Pacet, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Pacet, serta tokoh agama dan masyarakat.
Kehadiran unsur kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, dan masyarakat memperlihatkan pentingnya kerja bersama dalam penanganan dampak bencana.
Pemulihan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi berlanjut melalui koordinasi dan partisipasi warga.
Apresiasi masyarakat terhadap kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran aparat memiliki arti ketika diwujudkan dalam tindakan konkret.
Di tengah kerusakan akibat kebakaran, gotong royong membuka ruang bagi warga untuk kembali menata kehidupan.
Rumah Harapan Anyar
Kisah tiga keluarga di Pacet mengingatkan bahwa dampak kebakaran tidak selesai ketika api padam.
Kehilangan rumah dapat mengganggu rutinitas, kenyamanan, dan rasa aman, sehingga pemulihan memerlukan perhatian lebih dari sekadar bantuan sesaat.
Langkah Polresta Bandung melalui program Polri Peduli Sosial menjadi awal penting bagi pembangunan kembali hunian korban.
Keberlanjutan pengerjaan, kelayakan bangunan, serta kebutuhan keluarga selama masa pemulihan tetap menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Bagi warga Kampung Cikitu, batu pertama itu membawa pesan sederhana: setelah musibah, masih ada jalan untuk bangkit.
Harapan tersebut akan semakin kuat ketika kepedulian hari ini diikuti kerja nyata hingga keluarga korban dapat kembali menempati rumah secara aman dan layak.***
