
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Di tengah teriknya siang hari, bayangan para pengemudi becak berusia lanjut yang masih harus mengayuh pedal dengan sisa tenaga fisik mereka kini perlahan memudar. Sebuah harapan baru hadir di Kabupaten Kuningan melalui penyaluran 200 unit becak listrik buatan dalam negeri produksi PT Pindad. Program ini bukan sekadar bantuan alat transportasi, melainkan wujud nyata dari filosofi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan martabat dan kesejahteraan rakyat, khususnya kaum lansia, sebagai prioritas utama.
Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardian, M.M., yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian mendalam Presiden Prabowo terhadap kelompok masyarakat yang sering kali terlupakan: para pekerja usia senja.
“Pak Prabowo memiliki fokus khusus pada pengemudi becak yang usianya lanjut. Beliau melihat dengan mata hati, betapa kasihan mereka yang sudah tua namun masih harus berjuang menarik becak di bawah panas matahari,” ujar Rokhmat.
Ia menyoroti fakta menyentuh di lapangan, di mana rata-rata penerima bantuan adalah pengemudi berusia di atas 60 tahun. Bahkan, catatan di daerah lain seperti Malang menunjukkan adanya penerima bantuan berusia 100 tahun yang masih bekerja. Bagi Presiden Prabowo, memastikan mereka tetap produktif tanpa harus menguras tenaga fisik secara berlebihan adalah bentuk kasih sayang negara kepada warganya.
Teknologi Lokal yang Ramah Pengguna
Nuriana, salah satu perwakilan dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa transisi menuju kendaraan listrik ini dirancang semudah mungkin agar tidak memberatkan para penerima. Sistem pengisian daya baterai becak listrik ini sangat sederhana, mirip dengan mengecas ponsel sehari-hari, jauh berbeda dengan kompleksitas mobil listrik.

“Mudah, seperti mencolok cas ponsel saja. Tidak rumit,” jelasnya. Untuk mendukung operasional, pemerintah daerah akan menyediakan titik-titik pengisian baterai strategis. Nuriana juga menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo: “Mohon becak ini dipelihara dan dirawat dengan baik agar awet. Gunakan semaksimal mungkin untuk mencari nafkah, dan jangan dijual.”
Pesan ini menekankan bahwa bantuan tersebut adalah aset produktif untuk keberlangsungan hidup, bukan komoditas dagang. Keunikan lainnya, seluruh unit merupakan produk kebanggaan nasional karya PT Pindad, membuktikan bahwa teknologi canggih Indonesia mampu menjawab kebutuhan rakyat kecil.
Lebih Dari Sekadar Kendaraan: Ini Tentang Masa Depan
Rokhmat Ardian menekankan bahwa kehadiran becak listrik ini membawa dampak multidimensi. Secara ekonomi, ia membantu para lansia tetap mandiri. Secara sosial, ia meningkatkan kenyamanan transportasi di kawasan wisata dan pusat keramaian seperti pasar. Selain itu, koordinasi antara Dinas Perhubungan dan kepolisian akan memastikan aspek keamanan dan keselamatan lalu lintas tetap terjaga sesuai undang-undang.
“Program ini adalah bentuk kasih sayang Pak Prabowo untuk warga yang usianya di atas 55 tahun agar mereka tetap produktif, bisa bekerja, dan mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas Rokhmat.
Ia juga menghubungkan program ini dengan visi besar pemerintahan Prabowo dalam membangun sumber daya manusia, termasuk melalui program pendidikan dan pemenuhan gizi anak. Namun, bagi para lansia di Kuningan, becak listrik ini adalah simbol bahwa mereka tidak ditinggalkan.
“Ini bukan sekadar becak, tapi harapan untuk masa depan warga Kuningan yang lebih baik. Ini bukan soal kendaraan saja, ini tentang keberlangsungan kehidupan dan martabat manusia,” pungkas Rokhmat menutup sambutannya.
Dengan 200 unit becak listrik yang kini siap beroperasi, Kuningan tidak hanya mendapatkan solusi transportasi ramah lingkungan, tetapi juga sebuah pesan kuat: Di era kepemimpinan Prabowo Subianto, tidak ada warga yang terlalu tua untuk dihargai, dan tidak ada perjuangan rakyat kecil yang luput dari perhatian negara.
(Sugi MJP)

