
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Di tengah hiruk-pikuk politik dan dinamika pembangunan, ada cerita-cerita kecil tentang ketangguhan yang sering luput dari perhatian. Cerita tentang seorang petani di Cikadu, guru di Rajadanu, hingga marbot di Dukuhmaja yang setia melayani meski tanpa sorotan kamera.
Kisah-kisah inilah yang akhirnya diangkat ke permukaan dalam acara Puncak Pangajen Rakyat Pinunjul 2026. Bukan sekadar seremoni pemberian piala, ajang ini menjadi ruang penghormatan bagi lima sosok warga biasa dengan kontribusi luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.
Lima Wajah Ketangguhan
Panitia menetapkan lima penerima penghargaan tahun ini setelah melalui proses seleksi ketat, verifikasi data, hingga penelusuran langsung ke lapangan. Mereka adalah:
- Amini (Cikadu) sebagai Petani Pinunjul.
- Dede Eka (Rajadanu) sebagai Guru Pinunjul.
- Abdul Hakim (Kadatuan) sebagai Buruh Pinunjul.
- Nina Setianah (Maleber) sebagai Pedagang Pinunjul.
- Daskim (Dukuhmaja) sebagai Marbot Pinunjul.
Yang menarik, kelima sosok ini tidak hanya dikenal lewat satu profesi. Hasil penelusuran panitia menunjukkan bahwa mereka adalah individu multitalenta yang bekerja keras menjalani berbagai peran sampingan demi menghidupi keluarga dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Mengurus Yang Tak Diurus Orang Lain
Ketua Panitia Pangajen Rakyat Pinunjul 2026, M Dzikri Caesar R (Zikri), mengungkapkan bahwa gagasan ini lahir dari kegelisahan melihat banyaknya warga pelosok yang memiliki kisah perjuangan inspiratif namun belum mendapat apresiasi layak.
“Banyak masyarakat di Kuningan yang mempunyai cerita inspiratif mengenai perjuangan di kampung-kampung atau desa-desa mereka. Itulah yang kita cari dan kita angkat,” ujar Zikri.
Senada dengan itu, Founder Forum Diskusi Waroeng Rakyat, Ilham Ramdhani, S.I.P., M.I.Kom., menegaskan filosofi dasar gerakan komunitasnya yang telah berjalan selama 17 tahun.
“Urusan politik biarlah diurus oleh partai politik. Urusan sosial, urusan kedinasan, biarlah diurus oleh yang lain. Mari kita mengurus yang tidak diurus oleh orang lain,” tegas Ilham.
Bagi Ilham, Pangajen Rakyat Pinunjul bukan bertujuan mengekspos keterbatasan seseorang, melainkan memberikan dukungan moral dan penghargaan kepada mereka yang tetap memberi manfaat di tengah segala keterbatasan.
Proses Seleksi Kredibel
Untuk memastikan objektivitas, proses penilaian melibatkan panelis utama Topic Offirstson, M.Si., M.Pd. dan Pandu Hamzah, serta diperkuat oleh panelis ahli dari masing-masing kategori, seperti Dr. Wahyu Hidayah, M.Si. (kategori petani), Dr. H. A. Fenny Rahman, M.Pd. (kategori guru), hingga Dr. Risna Nurlia, S.ST., S.KM., M.K.M. (kategori pedagang).
Acara puncak tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, Sekretaris Daerah U. Kusmana, perwakilan Forkopimda, serta tokoh masyarakat seperti H. M. Ridho Suganda. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa apresiasi terhadap “pahlawan senyap” adalah tanggung jawab bersama.
Melalui Pangajen Rakyat Pinunjul 2026, Forum Diskusi Waroeng Rakyat berharap tradisi apresiasi ini dapat terus tumbuh. Ini adalah energi kolektif untuk menemukan, menghargai, dan menguatkan setiap warga Kuningan yang bekerja dalam senyap demi kemajuan daerah.
(Sugi MJP)

