KUNINGAN – Di era di mana kecepatan dan ketepatan informasi menjadi tuntutan utama, Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak ingin tertinggal. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), kabupaten ini tengah merancang masa depan birokrasinya yang lebih terintegrasi lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintahan Digital (PEMDI), Rabu (23/7/2026).
Di Aula Wisma Permata, 40 perwakilan dari berbagai perangkat daerah berkumpul dengan satu misi: memahami bagaimana teknologi dapat menyederhanakan birokrasi. Hadir mendampingi mereka adalah Ikhsan Ramadhan, narasumber ahli dari KemenPANRB, yang memberikan panduan teknis sesuai standar nasional.
Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., Kepala Diskominfo Kabupaten Kuningan, membuka kegiatan dengan pesan tegas: transformasi digital harus berdampak nyata. Ia menjelaskan bahwa Arsitektur Pemerintahan Digital adalah “peta harta karun” yang mengarahkan seluruh instansi agar tidak bekerja sendiri-sendiri atau menciptakan silo system.
“Bayangkan jika setiap dinas memiliki aplikasi sendiri tanpa terhubung. Itu boros dan tidak efisien. Dengan arsitektur yang benar, kita bisa berbagi layanan (shared services) dan memangkas pemborosan anggaran,” jelas Ucu.
Lebih dari sekadar dokumen di atas kertas, Ucu mengajak peserta untuk menyusun Peta Rencana (Roadmap) lima tahun yang realistis. Targetnya jelas: pelayanan publik yang lebih mudah diakses, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat Kuningan.
Roro Ening Hartini, M.Kom., Kepala Bidang Aptika, menutup sesi dengan optimisme. Ia berharap setelah bimtek ini, setiap perangkat daerah memiliki kompas yang sama dalam membangun ekosistem digital. “Ini adalah langkah konkret kami mendukung SPBE. Tujuannya sederhana: pemerintahan yang adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman,” pungkasnya.
Dengan komitmen ini, Kabupaten Kuningan menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang tidak hanya modern, tetapi juga berkelanjutan.
(Sugi MJP)
