KUNINGAN – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti perayaan Milangkala (Hari Jadi) ke-46 Desa Cisantana. Momen ini tidak hanya dijadikan sebagai ajang refleksi dan rasa syukur atas perjalanan panjang desa, tetapi juga sebagai titik tolak untuk menatap tantangan masa depan yang lebih besar.
Di tengah perayaan yang penuh khidmat, Ano, tokoh kunci dalam pemerintahan desa, menyampaikan sebuah pesan realistis namun optimis. Ia menekankan bahwa usia yang ke-46 bukan sekadar angka, melainkan pengingat bahwa “pekerjaan rumah” membangun Cisantana masih menumpuk.
Kolaborasi adalah Kunci
Menurut Ano, keterbatasan anggaran dana desa tidak boleh menjadi penghalang bagi kemajuan. Justru, ini adalah panggilan untuk membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya.
“Cisantana masih membutuhkan kolaborasi. Dengan anggaran dana desa yang terbatas, artinya bagaimana kita menghadirkan pembangunan Cisantana dari segala aspek, termasuk dengan akademisi, dengan para pengusaha,” tegas Ano di hadapan para hadirin.
Pernyataan ini menandakan arah baru pembangunan desa yang tidak lagi bertumpu pada pemerintah semata, melainkan menggandeng pentahelix: akademisi, badan usaha, komunitas, media, dan pemerintah untuk bergerak serentak.
Filosofi Tema: Mandiri dan Harmonis
Tahun ini, Milangkala Cisantana mengusung tema yang sarat makna filosofis: *“Cisantana Ngajati Mandiri, Panceg Dina Purwadaksi, Rempug Jujung Sauyunan.”
Ano berharap tema ini bukan sekadar slogan, melainkan ruh yang menggerakkan setiap sendi pembangunan. Ia mengajak seluruh elemen—mulai dari perangkat desa, RT, RW, pemuda, kaum perempuan, hingga tokoh masyarakat—untuk melebur dalam satu semangat gotong royong.
“Tidak ada sesuatu yang bisa kita laksanakan sendiri. Semua harus secara bersama-sama bagaimana membangun dan menghadirkan Cisantana ke depan,” ungkapnya.
Puncak Perayaan: Simbol Harapan
Rangkaian acara mencapai puncaknya dengan prosesi pemukulan gong oleh Bupati Kuningan, yang disusul dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Cisantana. Momen ini menjadi simbolisasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kemerdekaan dan pembangunan, sekaligus doa agar Cisantana terus diberkahi di masa depan.
Ke depan, sinergitas antara pemerintah desa dan masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan potensi wisata, memperkuat ekonomi lokal, serta melestarikan seni budaya. Lebih dari itu, regenerasi pemimpin muda harus dipersiapkan agar Cisantana dapat terus bersaing dan sejahtera.
Semangat ini sejalan dengan visi besar Kabupaten Kuningan menuju “Kuningan Melesat”, di mana desa-desa yang mandiri dan berdaya saing menjadi fondasi utama kemajuan daerah.
(Sugi MJP)
