KUNINGAN, 29 Oktober 2026– Niat hati menyucikan jiwa dengan berziarah ke kompleks Makam Gunung Jati, Cirebon, justru berujung pada kisah pilu bagi seorang ibu asal Kebumen, Jawa Tengah. Tanpa keluarga, uang, dan alat komunikasi, ia terpaksa tersesat di Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, setelah menjadi korban kehilangan di tengah perjalanan.
Ibu yang akrab disapa Ibu Yati ini sejatinya bukanlah orang asing di ibu kota. Ia telah merantau dan tinggal di Jakarta, tepatnya di kawasan Kalideres, sejak era kerusuhan 1998 silam. Sebagai perempuan tangguh yang hidup mandiri pasca berpisah dengan suaminya dan tanpa dikaruniai anak, Ibu Yati menjalani kehidupan dengan membuka usaha sendiri di Kalideres.
Namun, semangatnya untuk menunaikan ziarah ke Cirebon pada Kamis (22/10/2026) lalu harus kandas di tengah jalan, dan ia justru terdampar jauh dari tujuannya.
Kronologi Kejadian: Merasa Terancam di Perjalanan
Bermula dari keberangkatannya dari Jakarta pada hari Kamis, Ibu Yati menaiki kendaraan umum yang mengarah ke Jawa Barat. Namun, di tengah perjalanan, instingnya sebagai seorang ibu yang bepergian sendirian terusik.
“Saya turun di situ. Di kendaraan ada lelaki dan anak muda-anak muda. Saya merasa tidak aman dan takut,” cerita Ibu Yati dengan suara bergetar, mengenang momen mencekam yang membuatnya memutuskan untuk turun dari kendaraan secara paksa.
Keputusan impulsif karena rasa takut itu ternyata berakibat fatal. Dalam kepanikannya, Ibu Yati kehilangan tas berisi dompet dan ponselnya—satu-satunya tali penghubung dengan dunia luar.
Tersesat di Garawangi, Bukan Cirebon
Setelah turun dari kendaraan dan menyadari barang berharganya raib, Ibu Yati baru menyadari bahwa ia tidak berada di tanah Cirebon yang ditujunya. Ia justru terdampar di sebuah wilayah yang asing baginya.
“Saya kaget, kenapa ini nggak nyampe-nyampe ke Cirebon? Saya bingung, takutnya saya sampai di daerah Garawangi,” ungkapnya dengan raut wajah cemas.
Benar saja, Ibu Yati ternyata berada di Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan. Lokasinya yang berada di jalur alternatif menuju Cirebon membuat Ibu Yati, yang kemungkinan salah turun atau menaiki kendaraan non-tol, justru tersesat jauh dari tujuan awalnya.
Rasa putus asa mulai menyelimuti. Bagi Ibu Yati, waktu terasa berjalan sangat lambat. “Saya merasa di sini sudah satu minggu,” keluhnya, sebuah gambaran dari betapa beratnya ia bertahan tanpa bekal yang cukup.
Harapan untuk Kembali ke Kalideres
Di tengah keputusasaannya, nasib baik akhirnya berpihak pada perempuan tangguh ini. Ia ditemukan oleh dua orang warga baik hati,
SM dan Ici , yang berasal dari Garawangi. Keduanya langsung sigap menolong Ibu Yati yang tampak kebingungan dan kelelahan.
Setelah mendengar cerita pilu Ibu Yati, SM dan Ici tidak tinggal diam. Mereka berusaha mencari cara untuk membantu Ibu Yati pulang ke tempat usahanya di Kalideres, Jakarta. Namun, tanpa uang dan kontak keluarga, upaya tersebut terasa berat.
Akhirnya, SM dan Ici memutuskan untuk meminta bantuan kepada aparat kepolisian setempat, yakni Polsek Garawangim
Kapolsek Garawangi Siap Bantu Pulangkan
Mendengar laporan dari warga tentang adanya seorang ibu yang terlantar dan membutuhkan bantuan pada Rabu (28/10/2026), Kapolsek Garawangi, Iptu Endar Kuswandi , langsung bertindak sigap.
“Kami siap membantu memulangkan Ibu Yati ke Kalideres. Ini adalah tugas kami untuk melindungi dan melayani masyarakat yang membutuhkan,” ujar Iptu Endar Kuswandi dengan tegas.
Kapolsek beserta jajarannya segera berkoordinasi untuk memastikan Ibu Yati mendapatkan perawatan yang layak, makanan, dan tempat istirahat yang aman sebelum dipulangkan ke Jakarta.
Saat ditanya mengenai keluarga yang bisa dihubungi, air mata Ibu Yati menetes. Ia menyebutkan bahwa ibunya, yang ia panggil “Emak Ichi”, saat ini berada di Cianjur. Namun, prioritas utama saat ini adalah mengembalikannya dengan selamat ke tempat usahanya di Kalideres.
Catatan Kemanusiaan
Kisah Ibu Yati menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kepedulian sosial. Di tengah hiruk-pikuk jalanan, para perantau, peziarah, dan ibu-ibu yang bepergian sendirian sangat rentan terhadap risiko sosial dan kejahatan.
Beruntung, di tengah musibah yang menimpa peziarah asal Kebumen ini, hati emas warga Garawangi (SM dan Ici) serta sigapnya Kapolsek Garawangi Iptu Endar Kuswandi menjadi oase yang menyelamatkan. Semoga Ibu Yati dapat segera kembali ke tempat usahanya di Kalideres dengan selamat, dan kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu peduli terhadap sesama.
Sugi MJP
