
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN.– Di balik gemerlap pembangunan fisik dan infrastruktur, ada sekelompok wanita berseragam hijau yang bekerja secara sunyi namun berdampak luar biasa. Mereka adalah kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sosok-sosok yang oleh Bupati Kuningan disebut sebagai “pasukan seragam hijau” yang menjadi tulang punggung kemajuan daerah.
Dalam sambutannya pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Bupati Kuningan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader yang bekerja dengan penuh keikhlasan, meski seringkali tanpa gaji tetap maupun fasilitas yang memadai.
“Saya melihat pasukan seragam hijau ini adalah kader PKK yang selama ini bekerja secara sunyi dan senyap. Mereka bekerja ikhlas tanpa gaji, tanpa fasilitas yang memadai. Tapi kontribusinya luar biasa bagi kemajuan daerah,” ujar Bupati dengan nada haru.
Keluarga Sehat, Daerah Kuat
Bupati menekankan sebuah filosofi mendasar: keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari tingginya gedung atau lebar jalan, melainkan dari kualitas keluarga-keluarga di dalamnya.
“Membangun gedung tidak bisa kuat tanpa pondasi. Pohon tidak bisa berbuah tanpa akar. Sama halnya, membangun daerah tanpa keluarga yang sehat, kuat, dan harmonis juga tidak akan terwujud,” tegasnya.
Melalui analogi tersebut, Bupati menegaskan bahwa PKK memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyelesaikan berbagai persoalan krusial di masyarakat. Mulai dari upaya penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UMKM, hingga isu lingkungan yang kian mendesak.
Tantangan Sampah dan Peran Dasawisma
Salah satu sorotan utama dalam sambutan tersebut adalah tantangan pengelolaan sampah di Kabupaten Kuningan yang kini mencapai hampir 490 ton per hari. Angka ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak.
Bupati menilai, edukasi pemilahan sampah dari sumber (rumah tangga) adalah kunci penyelesaian masalah ini. Di sinilah peran kader PKK, khususnya di tingkat dasawisma (kelompok rumah tangga terdekat), menjadi sangat vital. Melalui pendekatan dari pintu ke pintu, kader PKK diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, sehingga beban sampah di tempat pembuangan akhir dapat berkurang signifikan.
Oleh karena itu, Bupati berkomitmen untuk memperkuat dukungan pemerintah terhadap PKK, termasuk melalui peningkatan alokasi anggaran yang memadai, agar para kader dapat bekerja dengan lebih optimal.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh kader untuk tetap semangat. Ia mengingatkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan konsisten dan tulus.
“Tidak ada perubahan besar tanpa langkah-langkah kecil, dan tidak ada langkah kecil tanpa niat yang ikhlas. Ibu-ibu adalah pahlawan masyarakat tanpa tanda jasa,” pungkasnya.
Peringatan HKG PKK ke-54 ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi antara Tim Penggerak PKK dan pemerintah. Bersama-sama, mereka bertekad mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera, guna mendukung visi “Kuningan Melesat”.
(Liputan: Sugi MJP)
