Jurnalpolri.my.id,-Tulungagung
Drs. Heni Hendarto, M.Pd.—Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sekaligus Kepala Sekolah (KS) SMP Negeri 3 Tulungagung menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hakikat olahraga: para atlet pelajar tak perlu merasa gentar menghadapi kemungkinan kalah. Menurutnya, hasil yang belum memuaskan sama sekali bukan titik akhir perjuangan, melainkan bagian tak terpisahkan dari proses pematangan diri dan peningkatan kualitas bertanding.
Peringatan dan semangat itu disampaikan bertepatan dengan torehan membanggakan yang ditorehkan sekolahnya. Dalam ajang Kejuaraan Bola Voli 2026 untuk jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Tulungagung, tim sekolah menunjukkan kualitas luar biasa: tim putri berhasil meraih posisi kedua terbaik, sementara regu putra sukses mengamankan tempat ketiga.
Pertarungan puncak kompetisi ini berlangsung penuh semangat dan kemeriahan di GOR Lembu Peteng, Tulungagung, pada Rabu, 2 September 2026. Suasana semakin hangat disertai dukungan penuh dari para pendukung yang hadir dari berbagai institusi pendidikan se-kabupaten.
Meski telah membawa pulang penghargaan, Heni menegaskan capaian ini tidak boleh dianggap alasan untuk berpuas diri atau melonggarkan langkah pembinaan. Sebaliknya, prestasi ini hendaknya menjadi tenaga pendorong agar intensitas latihan serta pengembangan bakat atlet berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Jangan pernah takut belum menjadi yang teratas atau takut menghadapi kekalahan. Jika bertanding dan hasilnya belum berpihak, itu hal yang wajar. Yang paling krusial adalah keinginan terus maju dan tidak berhenti berlatih. Kuncinya satu: konsistensi dalam pembinaan bagi anak-anak kita,” tegas Heni.
Ia menilai lingkungan sekolah memiliki peran strategis sebagai lahan awal penemuan bibit unggul serta pengembangan potensi atletik sejak usia dini. Oleh karena itu, pembinaan olahraga tidak boleh hanya berjalan seketika menjelang jadwal perlombaan saja, melainkan harus tertanam dalam kegiatan rutin.
“Kegiatan fisik dan olahraga ini harus senantiasa dipupuk. Kami juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan. Ke depannya mari kita pelihara bersama capaian ini agar tetap konsisten melalui kerja nyata dalam latihan dan bimbingan berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih jauh, Heni mengingatkan bahwa melahirkan atlet bermental baja dan berprestasi bukanlah tugas tunggal pihak sekolah semata. Hal ini membutuhkan sinergi utuh yang melibatkan pelatih, orang tua, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang peduli terhadap masa depan olahraga pelajar.
Dukungan keluarga juga dinilai sebagai fondasi yang sangat penting khususnya dalam hal menjaga semangat dan stabilitas mental anak, baik saat menghadapi tekanan kompetisi maupun ketika hasil yang didapatkan belum sesuai harapan semula. “Terima kasih kepada seluruh orang tua yang mendukung tanpa henti. Harmoni antara rumah dan sekolah adalah kunci emas agar potensi anak terus mekar,” ujarnya lagi.
Pada akhirnya, Heni Hendarto berharap capaian SMP Negeri 3 Tulungagung menjadi pintu pembuka bagi lahirnya lebih banyak atlet muda berkualitas. Ia menginginkan anak-anak tidak hanya mengejar trofi, tetapi dibekali kedisiplinan tinggi, mental baja, serta semangat pantang mundur karena pendidikan dan olahraga berjalan seiringan membentuk karakter bangsa masa depan.
Pewarta : by U

