POSO – Satuan Polisi Sektor (Polsek) Poso Pesisir Selatan berhasil memadamkan sebagian besar titik api pada kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Api yang melanda area seluas sekitar 3 hektare tersebut berhasil dikendalikan setelah melalui perjuangan berat melawan medan terjal dan asap tebal.
Kapolsek Poso Pesisir Selatan, IPTU Haerudin, S.H., M.A.P., menerima laporan awal dari Sekretaris Desa Sangginora, Rifat Ramba, pada Jumat (4/9/2026). Lokasi kejadian berada di Jalan Trans Tangkura Sangginora, tepatnya di KM 8 Tanah Maeta (Koordinat: 1.546901° LS – 120.631694° BT).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek langsung memimpin personel menuju TKP bersama peralatan seadanya. Dalam operasi pemadaman, Polsek berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sangginora-Dewua, unsur TNI, serta masyarakat setempat. Bantuan logistik berupa cairan pemadam didistribusikan oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Poso, serta penggunaan satu unit mobil tangki berkapasitas 1.500 liter.
“Kendala utama kami adalah akses jalan yang sulit, kondisi hutan lebat, tebing terjal, serta angin kencang yang disertai kepulan asap tebal. Hal ini menyulitkan pergerakan personel dan penyebaran air,” ungkap IPTU Haerudin.
Hingga pukul 18.00 WITA, api di sepanjang tepi jalan telah berhasil dipadamkan. Namun, karena keterbatasan alat dan kondisi alam, masih tersisa 6 titik api aktif di area dalam hutan yang terus dipantau. Giat pemadaman dinyatakan berakhir dalam keadaan aman.
Polsek Poso Pesisir Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar mengingat musim kemarau panjang dan angin kencang. Pembuangan puntung rokok sembarangan juga dilarang keras karena berpotensi memicu percikan api baru.
IPTU Haerudin, S.H., M.A.P., Kapolsek Poso Pesisir Selatan menyatakan,
Hari ini, Jumat 4 September 2026, kami menangani kasus Karhutla di Desa Sangginora, tepatnya di KM 8 Jalan Trans Tangkura. Luas lahan terbakar sekitar 3 hektare.
Tim kami, dibantu Pemdes Sangginora-Dewua, TNI, dan masyarakat, berjuang keras memadamkan api. Kendalanya cukup berat: medan terjal, hutan lebat, angin kencang, dan asap sangat tebal. Alat yang kami gunakan adalah tangki semprot dan mobil tangki air 1.500 liter.
Alhamdulillah, hingga sore hari api di tepi jalan sudah padam. Namun, masih ada 6 titik api di dalam hutan yang terus kami pantau karena sulit dijangkau.
Saya mengingatkan kepada seluruh warga Poso Pesisir Selatan: JANGAN MEMBUKA LAHAN DENGAN DIBAKAR. Musim kemarau dan angin kencang membuat api mudah merambat tak terkendali. Buang puntung rokok juga harus pada tempatnya.
Mari kita jaga hutan dan udara bersih untuk kesehatan bersama. Laporkan segera jika melihat titik api.
Yulius

