KUNINGAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke-129 Tahun 2026 di Kabupaten Kuningan resmi berakhir dengan sukses. Infrastruktur baru berupa jalan rabat beton di Dusun Jatirasa, Desa Gunungmanik, kini siap menjadi nadi perekonomian warga, menghubungkan kawasan perkebunan dengan destinasi wisata Curug Payung.
Komandan Kodim (Dandim) 0615/Kuningan, Letkol Arh. Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si., menegaskan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada sinergi tiga pilar utama: TNI, pemerintah, dan rakyat.
“Susah itu relatif. Tidak ada yang rumit kalau TNI manunggal bersama rakyat dan pemerintah,” ujarnya, menekankan semangat kolaborasi sebagai fondasi utama pelaksanaan TMMD.
Dari Pra-TMMD hingga Sasaran Fisik Tuntas
Pelaksanaan TMMD kali ini dimulai dengan tahap pra-TMMD selama 14 hari, yang difokuskan pada pengupasan dan persiapan lahan. Memasuki tahap utama, tim gabungan bersama masyarakat setempat bahu-membahu menyelesaikan sejumlah sasaran fisik strategis di Dusun Jatirasa.
Adapun capaian fisik yang berhasil diselesaikan meliputi:
- Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 820 meter dengan lebar 2,5 meter.
- Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 30 meter dengan tinggi 2 meter.
- Peresmian Tugu TMMD Imbangan ke-129 sebagai simbol kebersamaan.
Menurut Dandim Hafda, realisasi target tersebut tidak lepas dari tingginya partisipasi aktif masyarakat dan dukungan penuh dari berbagai unsur terkait. “Kegiatan ini tentunya berkat adanya kerja sama dan saling pengertian dari segenap unsur serta semangat gotong royong yang tinggi dari masyarakat setempat,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Modal Masa Depan
Lebih dari sekadar aspal dan beton, keberadaan jalan baru ini diharapkan menjadi katalisator bagi kemandirian desa. Akses yang lancar menuju kawasan perkebunan dan objek wisata Curug Payung dinilai akan membuka peluang baru bagi pengembangan potensi pertanian dan pariwisata lokal.
Namun, Dandim mengingatkan bahwa penyelesaian fisik bukanlah akhir dari tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pemeliharaan infrastruktur.
“Dengan berakhirnya pelaksanaan program ini bukan berarti pekerjaan telah selesai. Hasil pembangunan harus ditindaklanjuti dengan kegiatan peningkatan pemeliharaan dan pengembangan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Harapan besar pun dipanjatkan agar infrastruktur ini dapat meningkatkan swadaya desa, menggerakkan roda perekonomian, dan menjadikan masyarakat Desa Gunungmanik semakin mandiri dan sejahtera.
(Sugi MJP)
