KUNINGAN – Enam pemuda terpilih dari Aktivitas Anak Rimba (AKAR) Kabupaten Kuningan resmi memasuki masa pendidikan dasar (Diksar) Angkatan X Tahun 2026. Kegiatan yang dibuka Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., pada Kamis (23/7/2026) di Halaman KIC ini menandai dimulainya proses regenerasi kader lingkungan yang tangguh.
Ketua Pelaksana sekaligus Komandan Diklat, Aep Saepudin, menjelaskan bahwa keenam peserta (2 laki-laki, 4 perempuan) telah melewati saringan ketat meliputi tes fisik, psikotes, wawancara, dan kesehatan. Selama 12 hari (22 Juli – 2 Agustus 2026), mereka akan menghadapi tantangan nyata di tiga lokasi ekstrem: Taman Nasional Gunung Ciremai, Waduk Darma, dan Situ Wulukut.
Materi yang diberikan sangat komprehensif, mencakup manajemen perjalanan, navigasi darat dan kompas, teknik survival, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), lintas medan, hingga edukasi lingkungan hidup. Tujuannya jelas: mencetak aktivis yang tidak hanya mencintai alam, tetapi juga memiliki kompetensi teknis untuk menjaganya.
Bupati Dian Rachmat Yanuar dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi AKAR dalam merawat idealisme. Ia menilai organisasi ini sebagai mitra vital pemerintah dalam mendukung pilar “Lestari” pada visi Kuningan MELESAT.
“Alam adalah titipan, bukan warisan. Pembangunan di Kuningan tidak boleh lepas dari keseimbangan ekologi. Melalui Diksar ini, saya berharap lahir generasi muda yang bijaksana, tenang dalam bertindak, namun fokus dalam perjuangan,” tegas Bupati.
Ia menambahkan, nilai-nilai ke-AKAR-an sejalan dengan pembentukan karakter kepemimpinan yang rendah hati namun berdampak besar, layaknya akar pohon yang menopang kehidupan tanpa mencari sorotan.
Dengan bekal ilmu dan mental yang ditempa di alam terbuka, diharapkan lulusan Diksar AKAR X dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam gerakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Kuningan.
(Sugi MJP)
